Kalender Liturgi Minggu 05 April 2020| Minggu Palma| Mengenangkan Sengsara Tuhan

Kalender Liturgi Minggu 05 April 2020,Minggu Palma (Mengenangkan Sengsara Tuhan)

Bacaan I: Mat 21:1-11 & Yes 50:4-7

Pemberkatan Daun Palma dan Perarakan.

BACAAN SEBELUM PERARAKAN: Mat 21:1-11

Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.

Inilah Injil Yesus Kristus Menurut Matius:

Dalam perjalanan ke Yerusalem, ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun,Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan,”Pergilah ke kampung yang di depanmu itu.Di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat,dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Jikalau orang menegur kamu, katakanlah ‘Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya’.”

Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu!Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

Maka pergilah kedua murid itu, dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka,dan Yesus pun naik ke atasnya.Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan;ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon dan menyebarkannya di jalan.Dan orang banyak yang berjalan di depan dan di belakang Yesus berseru,”Hosana bagi Anak Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!Hosana di tempat yang mahatinggi!”

Ketika Yesus masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu,dan orang berkata, “Siapakah orang ini?”Dan orang banyak itu menyahut,”Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”

BACAAN PERTAMA PADA PERAYAAN EKARISTI : Yes 50:4-7

“Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai,karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.”

Pembacaan dari Kitab Yesaya:

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid,supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukuli aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabuti janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.

Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.

Mazmur Tanggapan:Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24

Ref:Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan daku?

  • Semua yang melihat aku mengolok-olok; mereka mencibirkan bibir dan menggelengkan kepala! Mereka bilang, “Ia pasrah kepada Allah! Biarlah Allah yang meluputkannya, biarlah Allah melepaskannya!Bukankah Allah berkenan kepadanya?”
  • Sekawanan anjing mengerumuni aku,gerombolan penjahat mengepung aku,mereka menusuk tangan dan kakiku.Segala tulangku dapat kuhitung.
  • Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka,dan membuang undi atas jubahku. Tetapi Engkau, Tuhan, janganlah jauh;ya kekuatanku, segeralah menolong aku!
  • Maka aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat:Hai kamu yang takut akan Tuhan, pujilah Dia,hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia!Gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!

Bacaan II:Flp 2:6-11

Yesus Kristus telah merendahkan diri;maka Allah sangat meninggikan Dia.

Saudara-saudara,walau dalam rupa Allah,Kristus Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri,dan mengambil rupa seorang hamba,dan menjadi sama dengan manusia.Dan dalam keadaan sebagai manusia,Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati,bahkan sampai mati di kayu salib.Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama,supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, yang ada di atas bumi dan di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapasegala lidah mengaku ‘Yesus Kristus adalah Tuhan!’

Bait Pengantar Injil:Flp 2:8-9

Kristus sudah taat bagi kita;Dia taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama.

Bacaan Injil:Mat 26:14-27:66

Sekali peristiwa,pergilah seorang dari keduabelas murid Yesus, yaitu yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata kepada mereka, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari Hari Raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata,”Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”Jawab Yesus, “Pergilah ke kota, kepada si Anu, dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru:Waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”Lalu murid-murid melakukan seperti apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka,dan mempersiapkan Paskah.

Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya,”Bukan aku, ya Tuhan?” Yesus menjawab, “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia,tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan! Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!”
Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut,”Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya, “Engkau telah mengatakannya.”

Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya, lalu memberikannya kepada para murid-Nya seraya berkata,”Ambillah dan makanlah,inilah tubuh-Ku.”Sesudah itu Ia mengambil cawan,mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka seraya berkata,”Minumlah, kamu semua, dari cawan ini! Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Aku berkata kepadamu: Mulai saat ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya yang baru bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.”

Sesudah menyanyikan lagu pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
Maka berkatalah Yesus kepada mereka, “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba akan tercerai-berai.Akan tetapi sesudah bangkit,Aku akan mendahului kamu ke Galilea.”Petrus menjawab,”Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau,
aku sekali-kali tidak!”Yesus berkata kepadanya,”Aku berkata kepadamu,sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok,engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”Kata Petrus kepada-Nya,”Sekalipun harus mati bersama-sama Engkau,aku takkan menyangkal Engkau.”Semua murid yang lain pun berkata demikian juga.

Maka sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani.Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,”Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”Yesus membawa Petrus, dan kedua anak Zebedeus serta-Nya.Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,lalu kata-Nya kepada mereka,”Hati-Ku sangat sedih,seperti mau mati rasanya!Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah bersama Aku.”Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya,”Ya Bapa-Ku, sekiranya mungkin,biarlah cawan ini berlalu dari pada-Ku,tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki,melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”Setelah itu Yesus kembali kepada murid-murid-Nya,dan mendapati mereka sedang tidur.Maka Yesus berkata kepada Petrus, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan! Roh memang penurut, tetapi daging ini lemah!”Lalu Yesus pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, “Ya Bapa-Ku, jikalau cawan ini tidak dapat lalu kecuali kalau Kuminum,jadilah kehendak-Mu!” Dan ketika kembali pula,Ia mendapati murid-murid-Nya sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Yesus membiarkan mereka, lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya, dan Ia mengucapkan doa yang sama. Sesudah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka, “Tidurlah sekarang, dan istirahatlah! Lihat, saatnya sudah tiba Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”

Waktu Yesus masih berbicara, datanglah Yudas, salah seorang dari keduabelas murid Yesus, dan bersama-sama dia datang pula serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung; mereka itu suruhan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.

Orang yang menyerahkan Yesus telah memberitahukan tanda ini kepada mereka, “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah!” Segera Yudas maju mendapatkan Yesus dan berkata, “Salam, ya Rabi!” Lalu ia mencium Yesus. Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. Tetapi salah seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangan, menghunus pedang, dan menetakkannya kepada hamba Imam Agung, sehingga putuslah telinganya. Maka kata Yesus kepadanya, “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, ia akan binasa oleh pedang.Atau kausangka, Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat untuk membantu Aku? Tetapi kalau begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian?”

Lalu Yesus berkata kepada orang banyak itu, “Sangkamu Aku ini penyamun, sehingga kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Akan tetapi semua ini terjadi supaya genaplah apa yang tertulis dalam kitab nabi-nabi.”Lalu semua murid meninggalkan Yesus dan melarikan diri.

Sesudah menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Agung. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua.Petrus mengikuti Yesus dari jauh, sampai masuk ke halaman Imam Agung. Setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.

Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama, mencari kesaksian palsu terhadap Yesus,supaya Ia dapat dihukum mati. Tetapi mereka tidak memperolehnya,walaupun tampil banyak saksi dusta.Akhirnya tampillah dua orang, yang mengatakan,”Orang ini berkata:Aku dapat merobohkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.” Lalu Imam Agung itu berdiri dan berkata kepada Yesus, “Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Agung itu kepada-Nya, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau atau bukan?” Jawab Yesus, “Engkau telah mengatakannya. Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Maka Imam Agung itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata, “Ia menghujat Allah! Untuk apa kita cari saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapatmu?” Mereka menjawab, “Ia harus dihukum mati!”

Lalu mereka meludahi wajah Yesus dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia dan berkata, “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?” Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, dan berkata, “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.” Tetapi Petrus menyangkalnya di depan semua orang, katanya, “Aku tidak tahu apa yang engkau maksud!” Ketika Petrus pergi ke pintu gerbang, seorang perempuan lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ, “Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.” Dan Petrus menyangkalnya pula dengan bersumpah, “Aku tidak kenal orang itu!” Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata, “Pasti engkau pun salah seorang dari mereka! Ini jelas dari bahasamu!” Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah, “Aku tidak kenal orang itu!” Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya, “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedih.

Ketika hari mulai siang,semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul, dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus.Mereka membelenggu Dia, lalu menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.

Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Yesus melihat,bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan kaum tua-tua sambil berkata, “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka, “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” Maka Yudas pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata, “Tidak boleh memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah!” Sesudah berunding, mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya sampai hari ini tanah itu disebut Tanah Darah. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk satu orang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.”

Lalu Yesus dihadapkan kepada walinegeri, yakni Pilatus. Dan walinegeri bertanya kepada Yesus, “Benarkah Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus, “Engkau sendiri mengatakannya!” Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap diri-Nya, Yesus tidak memberi jawab apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya, “Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” Tetapi Yesus tidak menjawab sepatah kata pun, sehingga walinegeri itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi walinegeri untuk membebaskan seorang hukuman pada tiap-tiap hari raya atas pilihan orang banyak. Pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya,namanya Barabas. Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus bertanya kepada mereka, “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?” Pilatus sebenarnya tahu bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya, “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab dalam mimpi tadi malam
aku sangat menderita karena Dia.”

Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan kaum tua-tua, orang banyak bertekad meminta supaya Barabas dibebaskan, dan Yesus dihukum mati. Walinegeri menjawab dan bertanya lagi kepada mereka, “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka, “Barabas!” Kata Pilatus kepada mereka,”Kalau begitu,apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?”Mereka semua berseru, “Ia harus disalibkan!”Kata Pilatus,”Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?”Namun semakin keras mereka berteriak, “Ia harus disalibkan!”Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia,malah sudah mulai timbul kekacauan,ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak,seraya berkata,”Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini!Itu urusan kamu sendiri!”Dan seluruh rakyat itu menjawab,”Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami
dan atas anak-anak kami!”Lalu Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka,tetapi Yesus disesahnya,lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Serdadu-serdadu walinegeri membawa Yesus ke gedung pengadilan,lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul di sekeliling Yesus.Mereka menanggalkan pakaian Yesus dan mengenakan jubah ungu pada-Nya.Mereka menganyam sebuah mahkota duri,dan menaruhnya di atas kepala Yesus,lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya.Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, “Salam, hai Raja orang Yahudi!”Mereka meludahi-Nya, dan mengambil buluh itu, dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya, dan mengenakan kembali pakaian-Nya sendiri. Kemudian mereka membawa Yesus ke luar untuk disalibkan.

Ketika berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan orang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.

Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota,artinya: Tempat Tengkorak.Lalu mereka memberi Yesus minum anggur bercampur empedu.Setelah mengecapnya, Yesus tidak mau meminumnya.

Sesudah menyalibkan Yesus,para serdadu membagi-bagi pakaian Yesus dengan membuang undi.Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. Di atas kepala Yesus terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: “Inilah Yesus Raja orang Yahudi.”

Bersama Dia disalibkan dua orang penyamun,seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.Orang-orang yang lewat di sana menghujat Yesus,dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata, “Hai Engkau yang mau merobohkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu! Jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib!” Demikian juga imam-imam kepala bersama ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Yesus dan berkata, “Orang lain Ia selamatkan,
tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!Dia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib, dan kami akan percaya kepada-Nya! Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: biarlah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata, ‘Aku adalah Anak Allah’.”Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama dengan Yesus, mencela-Nya demikian juga.

Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring,”Eli, Eli, lama sabakhtani? Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata,”Ia memanggil Elia!”Dan segera mendekatlah seorang dari mereka;ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam,lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi orang-orang lain berkata, “Jangan, baiklah kita lihat,apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.” Yesus berseru pula dengan suara nyaring, lalu menyerahkan nyawa-Nya.

–Semua hening sejenak merenungkan wafat Tuhan–

Dan lihatlah,tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah,dan terjadilah gempa bumi. Bukit-bukit batu terbelah, kubur-kubur terbuka,dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.Dan sesudah kebangkitan Yesus,mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus,dan menampakkan diri kepada banyak orang.

Ketika menyaksikan gempa bumi dan apa yang telah terjadi,kepala pasukan dan prajurit-prajurit yang menjaga Yesus lalu berkata, “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah.”

Ada pula di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh,yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.Di antara mereka terdapat Maria Magdalena,Maria ibu Yakobus dan Yusuf,dan ibu anak-anak Zebedeus.

Menjelang malam,datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf,yang telah menjadi murid Yesus juga.Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta jenazah Yesus.Pilatus memerintahkan supaya jenazah Yesus diserahkan kepadanya. Yusuf pun mengambil jenazah itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru,yang digalinya di dalam bukit batu. Sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ,duduk di depan kubur.Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan,datanglah imam-imam kepala bersama orang-orang Farisi menghadap Pilatus. Kata mereka kepada Pilatus,”Tuan, kami ingat,bahwa si penyesat itu, sewaktu hidup-Nya berkata:Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga;jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang mencuri Dia,lalu mengatakan kepada rakyat:Ia telah bangkit dari antara orang mati. Penyesatan yang terakhir ini akan lebih buruk akibatnya
daripada yang pertama.”Kata Pilatus kepada mereka,”Ini penjaga-penjaga bagimu,pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.”Maka pergilah mereka,dan dengan bantuan penjaga-penjaga itumereka memeterai kubur Yesus dan menjaganya.

Demikianlah Injil Tuhan.

ATAU BACAAN INJIL SINGKAT: Mat 27:11-54

Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matius:

Sesudah ditangkap dan dihadapkan ke Mahkamah Agama Yahudi,Yesus lalu dihadapkan kepada walinegeri, yakni Pilatus.Dan walinegeri bertanya kepada Yesus,”Benarkah Engkau raja orang Yahudi?”Jawab Yesus, “Engkau sendiri mengatakannya!”

Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap diri-Nya,Yesus tidak memberi jawab apa pun.Maka kata Pilatus kepada-Nya,”Tidakkah Engkau dengar betapa banyak tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”Tetapi Yesus tidak menjawab sepatah kata pun,sehingga walinegeri itu sangat heran.

Telah menjadi kebiasaan bagi walinegeri untuk membebaskan seorang hukuman pada tiap-tiap hari raya atas pilihan orang banyak.Pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya namanya Barabas. Karena mereka sudah berkumpul di sana,Pilatus berkata kepada mereka,”Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Barabas atau Yesus yang disebut Kristus?”Pilatus sebenarnya tahu bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya,”Jangan engkau mencampuri perkara Orang benar itu, sebab dalam mimpi tadi malam aku sangat menderita karena Dia.”

Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua,orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.Walinegeri menjawab dan bertanya lagi kepada mereka,”Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?”Kata mereka, “Barabas!”Kata Pilatus kepada mereka, “Kalau begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru, “Ia harus disalibkan!”Kata Pilatus,”Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?”Namun semakin keras mereka berteriak, “Ia harus disalibkan!”Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia,malah sudah mulai timbul kekacauan,ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak seraya berkata,”Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini!Itu urusan kamu sendiri!”Dan seluruh rakyat itu menjawab,”Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!” Lalu Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka,tetapi Yesus disesahnya, lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Serdadu-serdadu walinegeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus.Mereka menanggalkan pakaian Yesus dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri, dan menaruhnya di atas kepala Yesus,lalu memberi Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, “Salam, hai raja orang Yahudi!”Mereka meludahi-Nya,lalu mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.Sesudah mengolok-olokkan Dia,mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya,dan mengenakan kembali pakaian-Nya sendiri.

Kemudian mereka membawa Yesus ke luar untuk disalibkan. Ketika berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon.Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.

Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Yesus minum anggur bercampur empedu;setelah mengecapnya, Yesus tidak mau meminumnya.

Sesudah menyalibkan Yesus,para serdadu membagi-bagikan pakaian Yesus dengan membuang undi.Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia.Di atas kepala Yesus terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum:Inilah Yesus Raja orang Yahudi.

Bersama dengan Yesus disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.Orang-orang yang lewat di sana menghujat Yesus,dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata,”Hai Engkau yang mau merobohkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu! Jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib!”Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Yesus dan berkata,”Orang lain Ia selamatkan,tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Dia Raja Israel?Baiklah Ia turun dari salib,dan kami akan percaya kepada-Nya.Ia menaruh harapan-Nya pada Allah;biarlah Allah menyelamatkan Dia,jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata, Aku adalah Anak Allah.” Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama dengan Yesus mencela-Nya demikian juga.

Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring,”Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata,”Ia memanggil Elia!”Dan segera mendekatlah seorang dari mereka;ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam,lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.Tetapi orang-orang lain berkata,”Jangan, baiklah kita lihat,apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.”Yesus berseru pula dengan suara nyaring,lalu menyerahkan nyawa-Nya.

—Semua hening sejenak merenungkan wafat Tuhan—

Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi.Bukit-bukit batu terbelah, kubur-kubur terbuka,dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus,mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus,dan menampakkan diri kepada banyak orang.

Ketika menyaksikan gempa bumi dan apa yang telah terjadi, kepala pasukan dan prajurit-prajurit yang menjaga Yesus lalu berkata,”Sungguh, Orang ini adalah Anak Allah!”

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Bacaan I: Mat 21:1-11 & Yes 50:4-7Mazmur Tanggapan: Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24Bacaan II: Flp 2:6-11Bait Pengantar Injil: Flp 2:8-9Bacaan Injil: Mat 26:14-27:66
Bacaan Injil: Mat 26:14-27:66

 

 

Bacaan dan Renungan Sabtu 04 April 2020| Masa Prapaskah| PF S.Isidorus

Kalender Liturgi Sabtu, 04 April 2020, Masa Prapaskah V

PF S. Isidorus, Uskup dan Pujangga Gereja

Bacaan I : Yehezkiel 37:21-28

“Aku akan menjadikan mereka satu bangsa.”

37:21 katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. 37:22   Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan. 37:23 Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhalanya atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya. 37:24 Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. 37:25 Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. 37:26 Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. 37:27  Tempat kediaman-Kupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 37:28 Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.”

Mazmur Tanggapan

Ref. Tuhan Allah menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.

Ayat. (Yeremia 31:10.11-1abc.13)

  • Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya.
  • Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.
  • Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Bait Pengantar Injil: Yeh 18:31; do = bes, 4/4, PS 965

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Buanglah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, dan perbaharuilah hati serta rohmu.

Bacaan Injil : Yohanes 11:45-56

“Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.”

11:45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. 11:46 Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. 11:47 Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. 11:48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.” 11:49 Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa, 11:50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.” 11:51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, 11:52 dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. 11:53 Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. 11:54 Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. 11:55 Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. 11:56 Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

Renungan

Harga sebuah persekutuan!

Bacaan I hari ini Nabi Yehezkiel menyatakan bahwa Tuhan menghendaki adanya persekutuan di antara umat kesayanganNya. Nubuatnya dalam bacaan liturgi hari ini mencakup berbagai dimensi kehidupan umat kesayangan Tuhan. Dimensi geografis: “Sungguh, Aku akan menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, kemana pun mereka pergi. Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka.“Dimensi sosiologis: “Aku akan menjadikan mereka satu bangsa yang dipimpin oleh seorang raja dan tidak akan menjadi dua bangsa dan tidak terbagi lagi menjadi dua kerajaan”. Dimensi teologis: “Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhala atau dewa-dewi mereka yang menjijikan. Aku akan melepaskan mereka dari dosa sehingga mereka menjadi umatKu dan Aku menjadi Allah mereka”.Dimensi etis: Dalam upaya pertobatan kepada Allah sangat tergantung pada perjanjian damai yang kekal antara mereka dan Allah. Dimensi Misionaris: Bait Allah di Yerusalem merupakan tanda kehadiranNya di tengah umatNya.

Nubuat Yehezkiel ini mencakup semua aspek kehidupan manusia. Semuanya ini adalah kehendak Tuhan bagi Israel sebagai umat kesayanganNya. Tuhan maharahim. Ia tetap menerima Israel apa adanya. Ia memberikan tempat untuk didiami, menjadikan mereka satu bangsa, menjadikan diriNya sebagai Allah bagi mereka, memberikan mereka anugerah pertobatan dan tetap tinggal bersama mereka. Segala sesuatu yang dimulai oleh Tuhan akan digenapi oleh Tuhan sendiri. Tuhan sungguh menghendaki umatNya menjadi satu bangsa atau satu keluarga. Tentu saja ini hal yang sulit dijangkau. Untuk itu sangatlah diperlukan iman dan kepercayaan kepadaNya. Tuhanlah yang mempersatukan dan Dia juga yang membentuk jalinan persaudaraan dan kekuatan untuk mengasihi.

Allah senantiasa memelihara Israel dalam kesatuan dan kedamaian. Allah ingin agar Israel menjadi bangsa yang kuat bersama Raja Daud yang taat kepada-Nya. Allah ingin selalu hadir di tengah-tengah Israel dan memberkati mereka.

Mazmur, Hari depan yang lebih baik.

Di dunia ini tidak ada yang dapat menandingi kualitas kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Demikian pula tidak ada yang dapat menandingi duka seorang ibu yang kehilangan anak-anaknya. Namun dalam nas mazmur tanggapan hari ini Yeremia menyatakan, para ibu bangsa Yehuda diperintahkan oleh Allah supaya berhenti menangis karena kehilangan anak-anak mereka. Mengapa? Sebab masih ada harapan bagi masa depan mereka. Anak-anak mereka akan kembali. Penderitaan yang mereka alami bukanlah babak akhir bagi mereka, karena kebahagiaan dan kedamaian akan segera menggantikannya.

Firman kepada para ibu Yehuda merupakan bagian dari janji pengharapan yang diberikan kepada bangsa Yehuda. Semua janji Allah itu menyatakan bahwa masa depan mereka sangat cerah. Allah tidak hanya akan mempersatukan mereka kembali namun Allah sendiri yang akan memelihara dan menjaga keamanan mereka setelah dipersatukan, sehingga tidak akan ada lagi musuh yang dapat menghancurkanya (10). Jika Allah adalah gembalanya, apa yang harus ditakutkan oleh domba-domba-Nya. Mereka telah dilepaskan dari penguasa kuat yang menindas dan mengeksploitasinya (11). Kemerdekaan sebuah bangsa merupakan pintu gerbang menuju kebahagiaan di masa depan bagi sebuah bangsa. Apa yang akan terjadi pada taman yang diairi dengan baik? Itulah yang akan terjadi pada Yehuda sebab bukit Sion sudah dipulihkan. Ke sanalah Yehuda akan beribadah. Ke sanalah Yehuda akan menemukan sumber air kehidupan. Karena kebajikan Allah hidup mereka semuanya terjamin baik anak-anak, anak muda, hingga orang tua, baik yang dilayani maupun yang melayani.

Janji Allah ini pasti sebab Allah sendiri yang menjanjikan. Bahkan jika Allah tidak mau atau tidak dapat menepati janji-Nya, maka Nama Allah akan dipertaruhkan, sebab bukankah Ia sendiri sudah menyatakan semuanya bukan saja kepada bangsa Yehuda tapi juga kepada bangsa- bangsa lain di seluruh pelosok dunia (10)? Dialah Allah pengharapan yang pasti bagi masa depan yang lebih baik.

Renungkan: Jika Yehuda yang telah memberontak kepada Allah dijanjikan masa depan yang penuh harapan, lebih-lebih lagi umat Kristen yang sudah dibebaskan dari perbudakan dosa tidakkah hari depan kita juga penuh harapan?

Injil hari ini, Persekutuan Umat Beriman.

Banyak orang percaya kepada Yesus karena Dia melakukan banyak mukjizat. Lebih lagi ketika Lazarus dibangkitkan dari kematian setelah empat hari dikubur. Namun, di antara orang yang percaya, masih ada orang yang tidak percaya. Tidak hanya sampai pada tidak percaya saja, melainkan juga menghasut orang lain untuk tidak ikut-ikutan percaya. Ironisnya, tindakan ini justru dilakukan oleh orang-orang yang menyebut dirinya para imam dan orang Farisi. Sebagai pemimpin rohani umat, seharusnya mereka mengajak pengikutnya untuk memahami fakta kebenaran yang nampak dengan kasat mata, bukan sebaliknya menghasut untuk tidak percaya.

Sikap tidak percaya akan karya Allah bagi bangsa-Nya ini mengakibatkan para imam tiba pada kesepakatan untuk membunuh-Nya. Karena saat-Nya belum tiba, Ia menyingkir dari tempat-tempat umum dan tinggal bersama murid-murid-Nya. Suatu kebenaran tidak secara otomatis dapat diterima baik oleh semua pihak. Segala sesuatu terletak pada tujuan kebenaran itu sendiri. Hanya mereka yang dicelikkan matanya sajalah yang sanggup menerima kebenaran dengan sukacita dan mau hidup menurut kebenaran itu.

Isi dari Injil hari ini berkaitan dengan bacaan I yaitu pesatuan Israel. Upaya mempersatukan umat kesayanganNya menjadi satu persekutuan yang sempurna hanya melalui kematian Yesus Kristus. Untuk menjelaskan rencana Bapa maka Yesus menggunakan Lazarus sebagai tanda. Lazarus telah wafat dan dibangkitkan oleh Yesus. Mujizat besar ini mengundang kontroversi di kalangan para pemimpin Yahudi. Pokok kontroversinya adalah pada ketakutan mereka akan banyaknya orang Yahudi yang menjadi percaya kepadaNya dan akan orang Romawi yang bisa saja datang dan merampas tempat suci mereka di Yerusalem. Tampilnya Kayafas membuka wawasan banyak orang akan kematian Yesus: “Kamu tidak tahu apa-apa! Kamu tidak insyaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa binasa”. Kata-kata Kayfas ini membuat mereka terinspirasi dan mematangkan rencana untuk membunuh Yesus. Penginjil Yohanes yakin bahwa ini juga menjadi kesempatan untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai.

Tuhan mempersatukan anak-anakNya dalam diri Yesus Kristus PuteraNya. Semua orang yang dipercayakan Bapa kepada Yesus menjadi miliki bersama yakni milik Yesus (Sabda) dan Bapa karena Anak dan Bapa hanya satu. Dengan demikian Tuhan senantiasa mendampingi umat kesayanganNya dan mengharapkan agar semuanya menjadi satu. Ini juga yang menjadi Doa imamat Yesus dimana Dia dan Bapa adalah satu dan menghendaki agar semua yang menerima Yesus dan memperoleh pengajaranNya juga menjadi satu (Yoh 17:21).

Sabda Tuhan pada hari ini mau meneguhkan kita untuk membangun persekutuan. Di dalam Gereja memang terdapat persekutuan pribadi-pribadi berdasarkan kategori-kategori tertentu. Misalnya ada persekutuan doa. Persekutuan doa merupakan kumpulan pribadi-pribadi yang memiliki kesadaran bersama untuk saling membantu dalam doa dan bertumbuh dalam satu iman. Kategorinya adalah berdoa bersama. Maka persekutuan doa dapat menjadi sarana untuk saling mempersatukan sebagai sesama dan saling mempersatukan dengan Tuhan sendiri.

Dunia ini menjadi indah ketika semua orang merasa sebagai saudara. Sama seperti nyanyian Daud ini: “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun”. (Mzm 133:1). Tuhan menghendaki persekutuan bukan perpecahan. Kita semua tahu bahwa akibat dosa maka manusia telah terpisah satu sama lain dan terpisah dengan Tuhan. Namun Yesus telah mempersatukan kita semua dengan kematianNya. Mari kita bersatu sebagai saudara dalam Kristus. Kita berjalan bersama menuju kepadaNya.

Allah menjanjikan karya keselamatan bagi dunia yang dikuasai dosa. Allah merealisasikan janji keselamatan ini melalui pribadi Yesus, Putera-Nya. Hidup dan karya Yesus menyentak kenyamanan banyak orang. Yesus menyadarkan mereka untuk segera membarui hidupnya. Pembaruan Yesus ini melalui sengsara dan wafat-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, berikanlah kepadaku sukacita dan ketetapan hati selagi aku berupaya untuk mengikuti-Mu sebagai seorang murid yang setia. Terima kasih, ya Tuhan. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin. (Lucas Margono)

Yoh 11:45-56 Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai.
Yoh 11:45-56 Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai.

 

 

Bacaan dan Renungan Jumat 03 April 2020| Masa Prapaskah V

Kalender Liturgi Jumat 03 April 2020, Masa Prapaskah V

Bacaan I : Yeremia 20:10-13

“Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah.”

20:10 Aku telah mendengar bisikan banyak orang: “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!” Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!” 20:11 Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan! 20:12 Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. 20:13 Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Mazmur 18:2-3a.3bc-4.5-6.7

Ref. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengar suaraku.

Ayat. (Mzm 18:2-3a.3bc-4.5-6.7)

  • Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku.
  • Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat daripada musuhku.
  • Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku; tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.
  • Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan. Kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.

Bacaan Injil : Yohanes 10:31-42

“Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.”

10:31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. 10:32 Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” 10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.” 10:34 Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? 10:35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah? sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan?, 10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? 10:37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, 10:38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” 10:39 Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. 10:40 Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. 10:41 Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.” 10:42 Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

Renungan :

Hari ini kita berjumpa dengan tokoh penting dalam Kitab Suci Perjanjian Lama yaitu nabi Yeremia, Ia  mengalami ancaman untuk dianiaya oleh orang-orang yang ada di dekat mereka.

Yeremia memberi kesaksian dalam bacaan pertama. Ada orang yang berbisik: “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukan dia! Mari kita mengadukan dia!” Para sahabat juga mengintai apakah ia tersandung dan jatuh. Mereka malahan berkata: “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan terhadap dia”.Yeremia dianiaya bukan oleh orang-orang yang jauh darinya tetapi dari setiap orang yang selalu bersama dan mendengar dia. Orang-orang yang relasinya jauh mau mengadukannya. Orang-orang yang selama itu bersahabat justru mengintai apakah ia bisa tersandung dan jatuh.

Pengalaman Yeremia juga menjadi pengalaman banyak orang dari antara kita. Banyak kali kita mengandalkan orang-orang tertentu di sekitar kita dan berpikir bahwa merekalah yang dapat menolong kita dengan tulus padahal bukan demikian. Ada juga yang justru memanfaatkan kebaikan kita untuk tujuan yang tidak baik.Kebaikan dibalas dengan kejahatan. Ada juga yang membantu dengan tulus hati.

Dalam suasana yang sulit bagi Yeremia, apa yang dapat ia lakukan? Ternyata Yeremia tidak putus harapan. Ia selalu mengandalkan Tuhan. Prinsip Yeremia mirip dengan prinsip sang pemazmur: “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengar suaraku”. Tuhan benar-benar menolong pada saat yang tepat. Para musuh Yeremia tersandung jatuh dan tidak punya kuasa apa-apa. Tuhan memang hebat. Ia menguji orang benar dengan melihat batinnya. Hal yang terpenting adalah kepasrahan kepada Tuhan. Orang berserah diri ke dalam tangan Tuhan dan membiarkan Tuhan berkarya di dalam dirinya. Pengalaman Yeremia ini sangat menakjubkan. Ia bertahan dalam cobaan karena ia percaya kepada Tuhan.

Mazmur, Melalui pengalaman berat

Ungkapan pertama pemazmur kepada Allah menyentuh hati kita, “Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan kekuatanku!” (ayat 2). Ini menggambarkan kualitas hubungan tertinggi dalam diri pemazmur dengan Tuhan. Bagaimana proses sampai ia tiba dalam hubungan semesra itu dengan Tuhan?

Jawaban pertanyaan itu ada dalam pengalaman hidup berat yang telah dialami pemazmur, ia telah terbelit oleh bisa yang mematikan (ayat 4-6). Namun Allah mendengar jerit si lemah yang tak berdaya itu (ayat 7). Pengalaman itu membuat pemazmur makin yakin akan kebaikan dan kasih Allah.

Dalam mazmur ini ada dua macam bahasa perlambangan yang dipakai untuk melukiskan sikap dan tindakan Allah yang telah dialami pemazmur. Pertama, Allah dalam bahasa perang: perisai, kubu pertahanan, kota benteng (ayat 3). Sungguh Allah ikut campur menyelamatkan orang yang mempercayakan diri pada Dia dari berbagai ancaman dalam hidup. Kedua, Allah dalam bahasa pengalaman menghadapi kuasa dahsyat alam (Allah gunung batuku, tempat perlindungan, (ayat 3b). Kekuatan alam selain bisa mengungkapkan kekuatan penghancur, juga mengungkapkan kekuatan penyelamatan dan perlindungan. Dalam mazmur ini kekuatan penghancur dalam alam dan peperangan menjadi alat Allah untuk menghancurkan musuh orang beriman.

Pengalaman hidup yang berat menyadarkan pemazmur akan keterbatasannya dan kesempatan untuk bergantung pada Allah. Pengalaman menakjubkan itu melahirkan puji-pujian kepada Tuhan (ayat 2-4). Tuhan bagi pemazmur bukan lagi teori tetapi nyata sebagai bukit batu dan gunung batu yang tak tergoyahkan; kubu pertahanan dan kota benteng, tempat persembunyian dari musuh; perisai, penangkal senjata musuh. Maka ketika Anda mengalami beratnya hidup, cari dan alamilah Tuhan dalam kesempatan berharga itu. Jadikan pengalaman hidup berat menjadi proses pendidikan melalui mana Allah makin nyata bagi Anda. Kasih Anda pun kelak makin mesra pada Dia.

Injil hari ini,

Yesus dalam bacaan injil hari ini membantu kita untuk memahami pengalaman keras dalam hidup. Ia berusaha menjelaskan identitasNya kepada orang-orang Yahudi melalui pekerjaan-pekerjaan Bapa yakni mukjizat melalui perkataan atau firmanNya, namun mereka juga belum percaya. Mereka justru mau melempariNya dengan batu. Mengapa orang-orang Yahudi mau melempariNya dengan batu? Karena mereka beranggapan bahwa Ia telah menghujat Allah. Bagi mereka, Yesus menghujat Allah dengan cara menyamakan diriNya dengan Allah padahal Dia hanya seorang manusia biasa.

Selanjutnya, Yesus meminta mereka untuk percaya kepadaNya karena Ia juga melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa. Namun apabila mereka juga tidak percaya kepada Yesus, maka sekurang-kurangnya mereka percaya kepada pekerjaan-pekerjaan yang sudah Ia lakukan. Dengan percaya pada pekerjaan-pekerjaan itu, dengan sendirinya mereka akan percaya kepadaNya karena Bapa ada di dalam Dia dan Dia juga ada di dalam Bapa. Pada waktu itu orang mau menangkap Dia tetap Ia menghilang ke seberang sungai Yordan. Di sana Ia mengajar dan banyak orang juga percaya kepadaNya.

Tuduhan bagi Yesus adalah Ia menghujat Allah. Apakah benar demikian tuduhan mereka? Yesus sendiri adalah Putera Allah tetapi orang-orang sezamanNya tidak mengenal Dia. Dia berada di pihak yang benar sebagai Putera Allah tetapi orang-orang yang tidak mengenalNya mengatakan bahwa Ia menghujat Allah. Konsekuensi menghujat Allah adalah dimatikan dengan cara melempariNya dengan batu hingga tewas. Apakah benar Yesus menghujat Allah? Tidak benar! Yesus adalah Putera Allah dan Dia berkomunikasi dengan Bapa sebagai Putera. Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah satu kesatuan. Ini yang belum dipahami oleh banyak orang, bahkan hingga saat ini.

Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita untuk selalu mengandalkan Tuhan manakala kita mengalami penderitaan dan kemalangan. Yeremia percaya bahwa Tuhan menyertainya dan Ia akan luput dari para musuh. Harapan Yeremia dapatlah menjadi harapan Gereja saat ini  untuk berkembang. Apa pun tantangannya, jangan pernah mundur. Tidak ada sesuatu apa pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Yeremia dan Yesus sama-sama menginspirasikan kita untuk maju dengan berani karena Tuhan menyertai kita.

Doa: Tuhan, semoga pada hari ini kami dapat bertahan di dalam penderitaan dan kemalangan, dan dijauhkan dari mara bahaya. (Lucas Margono)

Yoh 10:31-42 Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.
Yoh 10:31-42 Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.

Bacaan dan Renungan Kamis 02 April 2020| Masa Prapaskah V

Kalender Liturgi, Kamis 02 April 2020

Bacaan I : Kejadian 17:3-9

“Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.”

17:3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: 17:4 “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 17:5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 17:6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. 17:7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. 17:8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.” 17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Mazmur 105:4-5.6-7.8-9; R: 8a

Ref. Selama-lamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya

  • Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.
  • Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya. Dialah Tuhan, Allah kita, di seluruh bumi berlaku ketetapan-Nya.
  • Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

Ayat. Janganlah keraskan hatimu, tetapi dengarkan suara Tuhan.

Bacaan Injil : Yohanes 8:51-59

“Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”

8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” 8:52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. 8:53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?” 8:54 Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, 8:55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. 8:56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.” 8:57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” 8:58 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” 8:59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Renungan :

Tuhan setia selamanya!

Kesetiaan adalah sebuah kebajikan yang luhur dan  merupakan perjuangan bagi setiap orang. Kesetiaan yang paling sempurna hanya ada pada Tuhan. Ia setia selamanya atau kekal abadi kasih setiaNya.

Kisah Kej 17:3-9 membuka pikiran kita untuk mengerti bahwa hidup itu sebuah anugerah Allah. Hal ini menjadi sebuah pengalaman bagi Abraham dan keturunannya bahwa Tuhan mendampingi dan melindungi mereka. Mereka terikat perjanjian dengan Tuhan terutama pada tiga hal ini: Mereka menjadi satu bangsa, mereka diberikan tanah untuk didiami sebagai satu bangsa dan janji Tuhan bagi mereka bahwa Ia tetap bersama mereka selamanya. Relasi yang mendalam antara Abraham dan Tuhan harus berlangsung selama-lamanya dan diturunkan pada setiap generasi baru dari Abraham. Dengan demikian kesetiaan Allah kepada Abraham dan keturunannya tidak dapat disangkal. Tuhan membuat umatnya bertumbuh dan berkembang. Tempat atau tanah yang dihuni oleh keturunan Abraham nantinya akan menerima kehadiran Kristus yang menunjukkan kesetiaanNya dalam penebusanNya yang berlimpah.

Kesadaran sebagai anak-anak Abraham dipegang teguh oleh keturunannya. Semua ketetapan Tuhan dipegang teguh dan terus berbangga karena memiliki Bapa setenar Abraham. Mereka juga bangga karena bukan keturunan hamba. Namun semuanya berubah ketika berhadapan langsung dengan Yesus sang Putera Allah. Ketika Yesus mengingatkan mereka untuk menuruti SabdaNya supaya mereka tidak mati melainkan beroleh hidup kekal, mereka sepakat mengatakan bahwa Yesus kerasukan setan dan mau membunuhnya. Yesus terus menyatakan identitasNya kepada mereka kataNya: “Jikalau Aku memuliakan diriKu sendiri makan kemuliaanKu itu sedikit pun tidak ada artinya! Bapakulah yang memuliakan Aku!” Lebih tegas lagi Yesus berkata bahwa Ia mengenal Bapa dan menuruti firmanNya. Abraham dan para nabi juga mengenalNya, menuruti firmanNya tetapi mereka sudah mati. Orang-orang Yahudi yang mendengar Yesus pun mengakui bahwa Allah adalah Bapa bagi mereka tetapi mereka sendiri tidak mengenal Yesus sebagai Putera. Maka Yesus berkata: “Sesungguhnya, sebelum Abraham jadi, Aku ada!”

Abraham diangkat Allah menjadi bapa bangsa-bangsa. Semua bangsa diikat Allah dengan perjanjian suci. Allah akan selalu memberkati bangsa-bangsa. Sebaliknya, segala bangsa hendaknya taat dan setia melaksanakan perintah Allah. Hubungan timbal balik ini menghadirkan karya keselamatan bagi seluruh keturunan Abraham. Konsekuensinya, seluruh keturunannya mesti hidup seperti teladan Abraham.

Mazmur, Sumber pujian.

Seringkali manusia kehabisan akal dan semangat memuji Tuhan. Yang ada justru menggerutu dan menggugat Tuhan, karena sulit menerima keadaan yang dialaminya, yang tidak sesuai dengan harapan. Sebenarnya tak ada alasan bagi umat Tuhan untuk tidak memuji Dia. Betapa tidak, perbuatan agung dan ajaib Allah di masa lampau telah membangunkan kesadaran umat manusia, bahwa Dialah Tuhan sejati. Selain itu pengalaman beriman yang ditampilkan oleh para pendahulu kita dalam arak-arakan orang beriman, merupakan rambu-rambu dan bukti kasih setia Tuhan. Karena itu seluruh karya keagungan-Nya merupakan sumber pujian utama umat manusia.

Umat yang memuji. Bersumber pada karya keagungan Allah maka layaklah bila pujian yang kita naikkan adalah pujian dalam pengertian dan kesadaran penuh. Bukan dalam kemabukan emosi yang bersumber pada kenikmatan syaraf dan indra tubuh kita sendiri. Iman yang mengerti bahwa Allah akbar, perbuatan-Nya ajaib, sifat-Nya kudus dan setia, penghukuman-Nya pasti, perjanjian-Nya kekal, mengalirkan pujian rohani yang benar.

Renungkan: Kesukaan dan kegembiraan dalam pujian itu pasti ada, tetapi sumbernya, suasananya dan tujuannya harus diarahkan pada Allah, Sang Sumber Pujian.

Injil hari ini, Yesus ada sebelum Abraham.

Perdebatan makin seru antara Tuhan Yesus dan orang-orang Yahudi. Mereka merendahkan Yesus dengan mengatakan bahwa Tuhan Yesus “kerasukan setan.” Sikap mereka ini merupakan respons terhadap ucapan Tuhan Yesus yang tidak dapat mereka terima. Sebaliknya mereka menunjukkan sikap bermusuhan karena dituduh sebagai anak-anak Iblis (44). Yesus menegaskan bahwa sebelum Abraham ada, Dia sudah ada. Pernyataan ini membuktikan bahwa Yesus tidak gentar sama sekali menghadapi mereka. “Aku adalah Aku” (Kel. 3:14). “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah (Why. 1:8). Yesus adalah Allah yang ada karena diri-Nya sendiri yang kekal.

Keagungan Yesus. Dengan kewibawaan Ilahi, Yesus terus memberikan jawaban dan penjelesan-penjelasan jitu tentang diri-Nya. Tidak jarang jawaban-jawaban tersebut menusuk sampai ke jantung hati orang-orang Yahudi. Jawaban-jawaban Yesus ini, kiranya dapat menambah keyakinan kita terhadap diri Yesus. Walau dunia menolak, Kristen justru harus memancarkan terang firman dan kuasa-Nya.

Kehadiran Yesus di depan khalayak umum sering menimbulkan pertentangan. Banyak pernyataan Yesus yang mencengangkan banyak orang. Bila hati terbuka dan percaya kepada firman-Nya, niscaya orang itu akan selamat. Sedangkan bila menutup diri dan menolak firman-Nya, orang itu akan mengalami maut. Artinya, keselamatan itu tergantung dari bagaimana orang menanggapi tawaran keselamatan Tuhan.

Renungkan: Bagaimana wujud nyata kasih Anda kepada-Nya di tengah dunia yang menolak-Nya dan menolak Anda?

Doa: Ya, Tuhan Yesus, Allah yang kekal, mampukan kami untuk makin mengasihi-Mu, walau masih banyak orang tetap menolak-Mu. (Lucas Margono)

02-April 2020