Month: May 2017

Bacaan dan Renungan Kamis 1 Juni 2017

Bacaan  Kamis 1 Juni 2017, Peringatan Wajib St. Yustimus Martir, Pekan VII Paskah.

Bacaan I : Kis 22:30,23:6-11

“Hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”

22:30 Namun kepala pasukan itu ingin mengetahui dengan teliti apa yang dituduhkan orang-orang Yahudi kepada Paulus. Karena itu pada keesokan harinya ia menyuruh mengambil Paulus dari penjara dan memerintahkan, supaya imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama berkumpul. Lalu ia membawa Paulus dari markas dan menghadapkannya kepada mereka. 23:6 Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: “Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati.” 23:7 Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu. 23:8 Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya. 23:9 Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya: “Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya.” 23:10 Maka terjadilah perpecahan besar, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan untuk turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka dan membawanya ke markas. 23:11 Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”

Mazmur 16:1-2.5.7-8.9-10.11; R: 5a, do = g, 2/4, PS 840

Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.

  1. Jagalah aku ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku, Engkau bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.”
  2. Aku memuji Tuhan yang telah memberikan nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
  3. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tentram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.
  4. Engkau memberitahukan kepadaku, ya Allah, jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 17:23)
Semoga mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Bacaan Injil : Yohanes 17:20-26  

“Supaya mereka sempurna menjadi satu.” 

17:20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; 17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. 17:24 Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. 17:25 Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; 17:26 dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

Renungan :

Kebangkitan Kristus membuat orang Kristen berbeda.

Paulus yang telah melalui saat-saat yang sulit dan genting, mengalami kemerosotan fisik dan psikis. Karena itulah ia sempat kehilangan kontrol emosi setelah mendapat tamparan pada mulutnya, sehingga ia membalas tamparan itu dengan kutukan. Pernyataan Paulus (1) adalah hujatan kepada Allah, karena menurut Yudaisme, jika seorang yang mengaku Yahudi namun mengikuti ajaran Yesus, ia adalah seorang pendosa besar di hadapan Allah.

Hanya sesaat Paulus kehilangan kontrol. Begitu menyadari bahwa ia berhadapan dengan Imam Besar, ia pun mengakui kesalahannya. Tindakan ini mempunyai dua implikasi sebab-akibat yang dalam. Pertama, Paulus masih mentaati tradisi Yahudi yang begitu menghormati seorang pemimpin bangsanya. Kedua, ini merupakan penegasan tidak langsung dari Paulus bahwa persengketaan yang terjadi antara dia dan orang-orang Yahudi bukanlah permasalahan tradisi, kebudayaan, ataupun etnis. Ada persoalan yang lebih hakiki. Karena itulah, tanpa membuang waktu, Paulus segera mengungkapkan alasan utama penangkapan dirinya. Paulus hanya melihat bahwa hadirnya 2 partai besar (Farisi dan Saduki) ditambah dengan wakil pemerintah Romawi dalam satu sidang merupakan kesempatan berharga bagi Paulus untuk menyatakan kebenaran fundamental Kekristenan yaitu kebangkitan Kristus yang menjadi dasar bagi kebangkitan orang mati. Sebab Saduki mempunyai pengaruh yang cukup dominan di dalam Mahkamah Agama. Sedangkan Farisi mempunyai suara yang lebih dominan di masyarakat.

Bahkan bagi Paulus kebangkitan Kristus bukan sekadar kebenaran yang ia yakini namun kebenaran yang ia alami sebab kuasa kebangkitan Kristus senantiasa hadir dan menguatkannya. Setelah diselamatkan untuk yang kedua kalinya oleh tentara Romawi, adalah wajar jika dia cemas dan bertanya-tanya tentang masa depannya. Harapan untuk meninggalkan Yerusalem hidup-hidup apalagi kesempatan untuk pergi ke Roma sangat kecil.

Renungkan: Orang Kristen berbeda dengan orang lain bukan karena perbedaan etnis, ras, ataupun latar belakang budaya. Orang Kristen beda karena Yesus dan kuasa kebangkitan-Nya yang senantiasa hadir di dalam kita, apa yang perlu kita takutkan?

Mazmur, Iman dan kesehatan manusia.

Berbicara tentang iman seringkali membawa kita kepada konsep-konsep yang abstrak, seakan tak ada hubungannya dengan realita kehidupan sehari-hari. Mazmur 16 mengajarkan kepada kita realita iman, manifestasi iman, dan peran iman bagi kebahagiaan manusia.

Doa pemazmur (ayat 1) mengungkapkan imannya terhadap Allah. Imannya senantiasa menyadarkannya akan realita kehidupan yang sering tidak bersahabat. Iman yang ia miliki juga terungkap di dalam kepuasannya terhadap Allah (ayat 2, 5). Apa pun yang ia alami, ia tetap yakin bahwa Allah yang terbaik dan akan selalu menjadi yang terbaik. Pemazmur mengungkapkan bahwa orang yang beriman kepada Allah adalah orang yang selalu rindu untuk bersekutu dengan saudara lainnya yang seiman, dan berbuat kebaikan kepada mereka (ayat 3). Perbedaan antara orang beriman dan yang tidak, dapat diidentifikasikan dengan melihat perbuatan dan perkataan mereka (ayat 4).

Di samping membuat orang puas dengan Allah, iman juga membuat orang puas dengan kehidupannya (ayat 6). Ini tidak berarti bahwa iman membuat orang menjadi cepat puas sehingga tidak ada niat dan kerja keras untuk terus memperbaiki taraf hidupnya. Namun kepuasan ini yang memampukan orang beriman untuk mensyukuri setiap yang dimiliki dan tidak iri hati terhadap apa yang dimiliki orang lain. Iman juga akan menjauhkan orang Kristen dari rasa kuatir dan gentar menghadapi masa depan, sebab masa depan terletak dalam genggaman tangan Tuhan dan Ia senantiasa menyertainya (ayat 8, 11). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iman berhubungan erat dengan kesehatan jiwa dan fisik seseorang (ayat 9).

Renungkan: Seorang yang merasa puas, hatinya akan bersukacita dan tentram. Jika Anda mengalami stress, depresi, tekanan darah tinggi, sakit maag, jantung, dll., evaluasilah kehidupan iman Anda.

Injil hari ini, Kesatuan orang beriman

Ada orang yang mendefinisikan bahwa agama adalah sesuatu yang dilakukan seseorang di dalam kesendiriannya. Ini mungkin tepat untuk beberapa agama tertentu. Namun tidak demikian dengan kekristenan. Kita, yang menjadi pengikut Kristus, harus mengingat bahwa Kristus satu dengan Bapa dan di dalam kesatuan itu Ia mengharapkan pengikut-Nya menjadi satu dengan Dia. Ia juga mengharapkan terjadinya kesatuan di antara murid-murid-Nya.

Beberapa kali dalam doa-Nya, Yesus mendoakan “supaya mereka menjadi satu”. Jelas bahwa Yesus sangat memperhatikan apa yang akan murid-murid-Nya lakukan di waktu kemudian. Ia menginginkan agar mereka bersatu. Kesatuan yang dimaksud bukanlah keseragaman atau bahwa semua orang Kristen harus berpikir dan melakukan hal yang sama. Kesatuan justru terlihat dengan baik di dalam keragaman. Orang memang senang berkumpul dengan orang yang sama dengan mereka, tetapi Tuhan memanggil kita bukan supaya kita merasa nyaman di tengah orang lain melainkan untuk menyesuaikan diri dengan gambaran Anak-Nya. Betapa indahnya kesaksian gereja yang memiliki anggota yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan strata sosial.

Kesatuan Kristen bukan hanya untuk dipraktikkan di gereja sendiri atau di kota yang kita tinggali. Kesatuan seperti yang Tuhan bicarakan adalah kesatuan global, mencakup luasnya dunia. Bila kita mendengar adanya orang Kristen yang terkena bencana, janganlah tinggal diam. Sebagai anggota tubuh Kristus, kita adalah satu dengan orang yang terkena bencana itu. Maka seharusnyalah kita, bersama dengan orang Kristen lainnya, memberikan bantuan sebagai sebuah pelayanan kepada saudara seiman yang tinggal di sana. Kita harus bersukacita dengan mereka yang bersukacita, menangis dengan mereka yang menangis, dan melayani mereka yang membutuhkan, entah mereka adalah anggota gereja kita atau orang yang tidak kita kenal. Mari kita mempraktikkan kesatuan orang percaya bagi pujian dan kemuliaan-Nya.

Renungkan : Sungguh indah doa yang diajarkan Yesus bagi kita. Ia menginginkan agar kita bersatu seperti Yesus dan Bapa adalah satu. Dari kesatuan ini mengalirlah rahmat cinta kasih-Nya yang berlimpah dalam hidup kita.

DOA: Roh Kudus Allah, pada hari-hari menjelang Pentakosta ini penuhilah diri kami  masing-masing dengan suatu pengalaman akan kasih Allah sendiri. Bebaskanlah kami dari rasa takut dan sikap serta perilaku yang mementingkan diri sendiri dan gantikanlah semua itu dengan kasih akan Tritunggal Mahakudus (Trinitas), sehingga kami dapat menjadi satu dengan Allah dan satu dengan semua saudari-saudara. Bangkitkanlah kami sebagai saksi-saksi Kristus di tengah dunia ini yang dengan berani mengundang setiap orang yang kami temui untuk menemukan kasih Allah yang mengubah kehidupan melalui Putera-Nya, Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Amin. (Lucas Margono)

Yohanes 17:20-26    “Supaya mereka sempurna menjadi satu.”
Yohanes 17:20-26 “Supaya mereka sempurna menjadi satu.”

Bacaan dan Renungan Rabu 31 Mei 2017

Bacaan Liturgi 31 Mei 2017 :Pesta S.P. Maria Mengunjungi Elisabet

Bacaan Pertama Zef 3:14-18a

Tuhan, Raja Israel, ada di tengah-tengah kamu.

Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bergembiralah hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang dijatuhkan atasmu, Ia telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni Tuhan, ada di tengah-tengahmu; Engkau tidak akan takut lagi kepada malapetaka. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem, “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lunglai! Tuhan Allahmu ada di tengah-tengahmu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bersukaria karena engkau, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, dan Ia bersorak gembira karena engkau seperti pada hari pertemuan raya.”

Atau

Bacaan I : Roma 12:9-16b

“Bantulah orang yang kudus dalam kekurangannya, dan berusahalah selalu memberi tumpangan.”

12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. 12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. 12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! 12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! 12:14  Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! 2:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! 12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

Mazmur Yes 12:2-3.4bcd.5-6; R: 6b, do = c, 4/4, PS 864

Ref. Tuhan, Dikaulah sumber air hidup

  1. Sungguh, Allah itu keselamatanku;  aku percaya dengan tidak gementar; sebab Tuhan Allah itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.
  2. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan. Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!
  3. Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!

Bait Pengantar Injil

Luk 1:45

Berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang telah dikatakan kepadanya akan terlaksana.

Bacaan Injil: Luk 1:39-56

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.” Lalu kata Maria, “Jiwaku emuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa  telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah;Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar,  dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama dengan Elisabet,  lalu pulang kembali ke rumahnya.

Renungan :

Zefanya

Pujian sukacita

Dalam Bacaan Pertama berlatar belakang sabda Tuhan datang kepada Nabi Zefanya pada masa pemerintahan Raja Yosia (609-504 SM), yaitu pada masa “gelap” setelah penyerbuan Bangsa Asyur tahun 701 SM di bahwah pimpinan Sannakherib. Masa gelap ini ditandai dengan kemerosotan dalam segala bidang kehidupan. Dalam suasana serba hitam itulah Nabi Zefanya menyerukan penyesalan dan pertobatan dari dosa. Ia mewartakan 3 hal : 1. “hari Tuhan” yang menakutkan akan datang bahwa Yehuda dan Yerusalem akan dihukum (1:2-18), 2. bangsa Israel harus berani melawan bangsa-bangsa yang membawa kekafiran, yaitu bangsa Filistin, Moab, Ammon, Etiopia dan Asyur (2:1-15), 3. Tuhan menjanjikan keselamatan kekal di masa mendatang (3:1-20). Nabi Zefanya secara tidak langsung mencoba mempersiapkan pembaharuan rohani oleh Raja yosia yang saleh.

Bacaan Pertama berisikan pujian kegembiraan terhadap Tuhan yang meraja (3:14-15) dan hiburan bagi Yerusalem di masa mendatang (3:16-18a). Suasana sukacita bahwa keselamatan Tuhan sudah terasa kini, karena Tuhan sendiri telah menyingkirkan rasa takut dan gelisah kota Yerusalem. Tuhan yang hidup – yang memperhatikan manusia – tidak bisa digambarkan lain daripada pengalaman kegembiraan manusia. Kegembiraan suasana ilahi memang berbeda dengan kegembiraan duniawi. Manusia bergembira, tetapi ada batasnya; sedangkan kegembiraan Tuhan adalah abadi.

Roma.

Kasih: tulus, aktif timbal balik.

Kasih tak boleh pura-pura, sebab bila demikian kita menipu diri sendiri, mendustai orang yang kita kasihi. Hal itu ditolak Tuhan, sebab mengasihi sesama adalah perintah Tuhan yang harus ditaati. Di dalam Tubuh Kristus, kasih harus aktif timbal balik. Kasih yang sudah kita terima dari Tuhan, dan yang menjadi teladan bagi kita mempersatukan kita dalam suatu persekutuan kasih yaitu Gereja-Nya. Sikap Kristen, baik dalam kalangan sendiri, dan terlebih lagi keluar adalah aktif pro kasih.

Bantulah orang-orang kudus. Membantu para hamba Tuhan dalam kebutuhan hidup mereka, terutama yang sedang kekurangan berarti turut serta menunjang pekerjaan Tuhan. Sikap dan tindakan kasih itu pasti sangat diperhatikan oleh Tuhan sebab mengandung nilai sebagai persembahan kepada Tuhan sendiri (Mat 25:40).

Balaslah kejahatan dengan kebaikan. Lakukan kebaikan, utamakan hidup damai dan berilah tempat kepada murka Allah. Dengan hati lembut, kita bawa permasalahan dalam doa kepada Tuhan. Biar Tuhan yang akan mengadili dengan kebijaksanaan-Nya yang dalam itu. Bila musuh yang lapar kita beri makan, dan yang haus kita beri minum, mereka akan takjub diperhadapkan dengan sifat-sifat Allah sendiri.

Mazmur, Kesabaran Allah.

Orang-tua yang baik bukan yang tidak pernah marah kepada anak-anaknya yang nakal, bukan juga yang hanya memarahi anaknya yang nakal, sehingga menimbulkan luka yang membekas, dan tidak tersembuhkan. Orang-tua yang baik mampu memberi penghiburan, supaya luka-luka yang timbul dapat sembuh. Allah, sebagai orang tua yang sejati, juga marah bila kita melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada-Nya. Namun bila kita menyesal dan bertobat, Dia tidak hanya mengampuni, tetapi juga menghibur kita. Allah sabar dan sumber penghiburan (Rm 15:5). Tidak ada dosa sebesar apa pun yang tidak diampuni-Nya, bila kita sungguh menyesal dan mohon ampun (ayat 1-18).

Bersyukur kepada Allah. Ungkapan syukur kepada Allah tidak hanya diucapkan dalam doa, tetapi patut disaksikan kepada semua orang. Berita sukacita yang kita terima karena anugerah-Nya itu tidak mungkin kita simpan dalam hati dan dinikmati sendiri. Itu akan menjadi luapan syukur tak terbendung. Apakah Saudara benar-benar mengalami kesabaran dan penghiburan Allah tersebut?

Renungkan: Datanglah kepada-Nya, akui semua dosa dan nikmatilah kuasa pengampunan-Nya, agar dapat bersaksi dengan sukacita! Bagi orang percaya, Hari Tuhan adalah pembebasan yang dinanti-nantikan.

Injil hari ini, Perspektif dua perempuan pilihan Allah.

Dua atau lebih perempuan berkumpul, gosip, atau kabar burung pasti menjadi topik hangat dalam kumpulan itu. Demikian penilaian sinis sebagian orang. Seharusnya penilaian ini tidak tercetus ketika perempuan-perempuan Kristen berkumpul. Justru mereka harus menepis anggapan tersebut dengan menunjukkan bahwa di mana mereka berkumpul, kemuliaan Allah terpancar dalam percakapan mereka.

Maria mengunjungi Elisabet kemungkinan untuk dua hal: (ayat 1). Maria ingin mengungkapkan kebahagiaan dan rasa kasihnya karena sepupunya Elisabet juga mengalami kasih karunia Allah, mengandung anak yang Allah persiapkan untuk mempersiapkan jalan bagi Mesias; (ayat 2). Untuk berbagi pergumulan, karena anugerah Allah atas dirinya. Dua perempuan itu bukan bertemu untuk memperbincangkan hal-hal negatif. Mereka berbagi sukacita dan pergumulan. Seharusnyalah perempuan-perempuan Kristen masa kini, belajar tentang perspektif dari Elisabet dan Maria, dua perempuan pilihan Allah.

Elisabet dan Maria adalah dua perempuan Allah yang bersyukur karena dipilih dan dipercayakan Allah untuk mengandung utusan-utusan Allah: Yohanes sebagai yang mempersiapkan jalan bagi Mesias, dan Yesus adalah Mesias yang akan menyelamatkan seluruh umat manusia. Tidak ada perasaan saling iri, dengki di antara mereka, justru mereka berbahagia karena menerima anugerah yang luar biasa yaitu dipakai Allah untuk melaksanakan rencana-Nya.

Hal menarik yang kita dipelajari dari Maria adalah bahwa kemuliaan yang ia peroleh adalah bentuk perhatian Allah kepada kaum yang lemah dan miskin. Bahkan perhatian-Nya juga meluas kepada seluruh umat Israel yang selama ini hidup dalam penindasan. Dari Maria kita belajar meluaskan wawasan, dan melihat berkat Tuhan bukan hanya untuk diri sendiri.

Maria dan Elisabet adalah contoh manusia yang menaruh sukacitanya dalam Allah. Maria bersukacita pertama-tama bukan karena pengalaman indah dalam hidupnya, tapi terutama karena Allah berkenan menjadi Juruselamatnya.

Renungkan: Apakah sikap yang tepat terhadap orang yang diberkati Tuhan dan juga terhadap diri sendiri yang juga diberkati?

DOA: Tuhan Yesus, Engkau datang mengangkat orang yang rendah dan lemah. Angkatlah juga diriku oleh rahmat-Mu. Biarlah aku mengetahui tujuan hidup yang Engkau rencanakan bagiku. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Tuhan Yesus. Amin.

(ekatolik;Lucas Margono)

Luk 1:39-56
Luk 1:39-56

Bacaan dan Renungan Selasa 30 Mei 2017

Bacaan Liturgi 30 Mei 2017 Selasa Pekan Paskah VII

Bacaan Pertama Kis 20:17-27

Aku dapat mencapai garis akhir,dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus.

Dalam perjalanannya ke Yerusalem Paulus menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus.Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka, “Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumahmu. Aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem, dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain apa yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. Sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah.Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih; tidak bersalah terhadap siapa pun yang akan binasa. Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.”

Mazmur

Mzm 68:10-11.20-21 R:33a

Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah!

  1. Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; Tanah milik-Mu yang gersang Kaupulihkan,sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas.
  2. Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung beban kita; Allah adalah keselamatan kita. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan, Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.

Bait Pengantar Injil

Yoh 14:16

Aku akan minta kepada Bapa,  dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.

Bacaan Injil: Yoh 17:1-11a

Bapa, permuliakanlah Anak-Mu.

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa, “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Anak-Mu akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk kulakukan. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku, dan mereka telah menuruti firman-Mu.  Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka, dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka.  Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku,  sebab mereka adalah milik-Mu, dan segala milik-Mu adalah milik-Ku dan milik-Ku adalah milik-Mu, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Aku tidak lagi ada di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.”

RENUNGAN

Paulus yang profesional.

Para top eksekutif perusahaan besar berhasil mencapai segudang prestasi di dalam bidangnya karena mereka menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan profesionalisme yang tinggi. Bagaimanakah seorang dikatakan profesional? Pertama, ia mempunyai wawasan, pengetahuan, dan pemahaman yang mendalam dan luas dalam bidang yang ditekuni. Kedua, ia dapat menterjemahkan pengetahuan yang dimiliki ke dalam ketrampilan yang berguna untuk berkarya. Ketiga, ia mempunyai integritas yang tinggi yang diakui oleh kolega (teman sejawat) dan masyarakat dimana ia berkarya.

Bila dibandingkan dengan para top eksekutif, Paulus tidak kalah. Sebagai pelayan Tuhan, ia mempunyai profesionalisme yang tinggi sesuai standar masa kini. Ceramah Paulus di depan para penatua Efesus secara tidak langsung mengungkapkan bahwa Paulus adalah seorang profesional sejati. Ia mempunyai integritas yang tinggi, dibuktikan dengan hidupnya yang transparan di hadapan jemaatnya (18b). Integritas ini meliputi setia terhadap tujuan hidupnya yaitu melayani Tuhan, tetap setia dan taat mengemban misi dan tanggung jawabnya walaupun situasi dan kondisi tidak mendukung (19 , 23-24), tuntas dalam menjalankan tugasnya (26), kesungguhannya, bersih dan jujur dalam soal keuangan. Siapa yang meragukan bahwa Paulus mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang Injil dan doktrin-doktrin Kristen.

Tidak hanya itu, ia juga mempunyai wawasan yang luas sehingga ia tahu apa yang akan dihadapi oleh jemaat Efesus dan ia pun tahu Siapa yang dapat mendukung dan menopang mereka. Di dalam setiap pelayanan yang ia lakukan, Paulus tidak pernah menggunakan hanya satu metode pendekatan dan pengajaran. Ia memberitakan dan mengajar baik dalam kelompok besar maupun kelompok kecil (20), bersaksi (21), menasehati, memperingati, membimbing, dan memimpin kepada sumber kasih karunia yaitu Allah. Tiga Faktor inilah yang selalu mewarnai setiap gerak dan langkah pelayanannya. Karena itulah Paulus pun mempunyai ‘segudang prestasi’.

Renungkan: Bagaimana jika setiap pelayan Tuhan baik mereka yang melayani penuh waktu maupun yang melayani sebagai majelis, aktivis gereja dan kampus, tidak memilih tiga faktor ini?

Mazmur, Lebih dari Marching Band Istana.

Mazmur ini agak panjang. Sungguh berbahagia orang yang membaca seluruh ayatnya. Anda bagaimana? Ini merupakan Mazmur Perarakan. Di dalamnya dijelaskan mengenai kemenangan Allah Penakluk. Para biduan yang cakap menyanyikannya menuju ke kemah Kudus. Nyanyian ini tak tertandingi oleh lagu apa saja dalam hal keagungannya, semangat, ataupun kemenangan pujiannya. Lebih dari marching band istana! Mazmur ini melukiskan kemenangan Allah, yang diarak dengan penuh keunggulan dari Mesir ke Kanaan, lalu ke Bait-Nya di Gunung Sion. Anda ikut? Anda dapat mengikuti dengan penuh sukacita kemenangan demi kemenangan ilahi dalam hidup Anda.

Lebih dari Siapa saja. Pelayanan Kristus dapat kita lihat dalam ayat (Ef 4:7-16). Secara terus menerus Daud menyebut nama Allah dan mengungkapkan keunggulan dan kuasa-Nya. Dari Mazmur ini ditemukan bahwa Allah itu ternyata Bapa Yang Maha Kasih, Pemimpin yang berwibawa, Penolong yang berbelas kasihan, Sahabat Sejati dan Penebus yang menyelamatkan. Bukankah itu semua digenapkan dalam Tuhan Yesus Kristus, Allah seratus persen dan manusia seratus persen.

Renungkan: Allah telah menjadi segala-galanya bagi kita dalam Kristus. Janganlah perlakukan semena-mena!

Injil hari ini, Sumber hidup kekal

Setelah meyakinkan para murid tentang jati diri-Nya,hubungan-Nya dengan Bapa, dan misi-Nya, Yesus kini sebagai imam merangkumkan semua itu dalam doa. Syafaat bagi para murid-Nya ini bertujuan mempertegas hubungan-Nya yang tiada tara dengan Bapa dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi fakta salib serta meneruskan misi Yesus yang dibebankan-Nya di pundak mereka. Inti syafaat Yesus adalah agar para murid dan semua pengikut Yesus dijaga dan dipelihara oleh Bapa dari dunia yang jahat, serta dipersatukan dengan Bapa, Sang Pemilik segala sesuatu, dalam persekutuan kudus yang mempermuliakan-Nya.

Doa syafaat Yesus dalam pasal 17  ini terdiri dari tiga bagian: ayat 1-5; ayat 6-13; dan ayat 14-26. Perikop hari ini (ayat 1-5) adalah permohonan Yesus agar Bapa menerima segala karya Yesus yang telah dikerjakan-Nya seturut rencana dan kehendak Bapa (ayat 1). Karya Yesus sesuai dengan pemberian kuasa dari Allah kepada-Nya, adalah memberikan hidup kekal kepada setiap orang yang ditetapkan Bapa untuk menerimanya (ayat 2). Hidup kekal itu adalah pengenalan sejati terhadap Bapa, Sang Sumber Kehidupan, dan menyambut Yesus yang melalui-Nya rencana Allah terwujud (ayat 3). Dengan menyelesaikan semua pekerjaan yang dipercayakan Bapa kepada-Nya, Yesus telah mempermuliakan Bapa (ayat 4). Sebagai tanda bahwa Bapa berkenan akan pekerjaan Yesus dan Ia telah menyelesaikan misi-Nya secara sempurna dan tuntas maka Yesus memohon agar Bapa memuliakan Dia (ayat 1, 5).

Doa Yesus berbeda dengan doa kita dalam hal sifat hubungan dan isi doa kepada Allah. Doa Yesus sepenuhnya memaparkan hubungan intim Anak dan Bapa, satu dalam kehendak, misi, dan kuasa karena satu hakikat. Karena itu hidup kekal identik dengan atau akibat dari mengenal Kristus, yaitu mengenal Allah.

Pemeliharaan Bapa. Pokok doa kedua dari doa syafaat Yesus kepada Bapa adalah permohonan kepada Bapa untuk para murid. Yesus memohon agar Bapa memelihara mereka karena mereka telah menjadi milik Yesus dalam kasih Bapa (ayat 11b).

Beberapa hal penting tentang para murid-Nya, Yesus nyatakan dalam doa-Nya. Pertama, Yesus telah memberitahukan nama Allah kepada mereka. Berarti para pengikut-Nya mengenal kemuliaan Bapa karena Yesus telah menyatakan itu melalui hidup-Nya, ucapan-ucapan-Nya, dan salib-Nya. Kedua, mereka percaya karena diberikan Bapa kepada Yesus (ayat 6, 10). Ketiga, menjadi percaya berarti menaati firman Kristus (ayat 6b, 8). Mereka percaya bahwa Ia berasal dari Bapa dan Bapalah yang telah mengutus-Nya untuk keselamatan mereka. Keempat, Yesus telah memelihara para pengikut-Nya dan tidak seorang pun dari mereka yang binasa, kecuali yang telah ditentukan untuk binasa (ayat 12). Sekarang Ia akan kembali kepada Bapa, tetapi para pengikut-Nya masih tinggal dalam dunia karena ada misi yang harus mereka laksanakan. Maka Yesus berdoa bagi pemeliharaan Bapa atas mereka.

Yesus tidak berdoa bagi dunia, tetapi hanya bagi milik-Nya. Mengapa? Karena Dia ingin agar mereka terjamin pasti dalam hubungan dengan Allah sehingga hidup mereka penuh sukacita (ayat 13, bdk. 16:22), juga agar mereka dapat disiapkan untuk menruskan misi-Nya bagi dunia ini. Doa ini membentangkan kasih Yesus dan Allah yang luar biasa besar bagi para pengikut-Nya, juga keajaiban rencana-Nya bagi orang beriman.

Doa Yesus menunjukkan perhatian dan peduli-Nya bagi kita, murid-murid-Nya pada masa kini yang percaya pada-Nya. Agar kita dapat menjadi penerus pemberita Injil bagi dunia ini maka kita perlu pemeliharaan dan perlindungan Bapa senantiasa. Oleh karena itu, kita harus berdoa tak putus-putusnya memohonkan hal tersebut agar tergenapi.

DOA: Datanglah, ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu dan nyalakanlah api cintakasih-Mu. Baharuilah muka bumi ini. Amin. (Lucas Margono)

Bapa, permuliakanlah Anak-Mu.
Yoh 17:1-11a

Bacaan dan Renungan Senin 29 Mei 2017

Bacaan Liturgi 29 Mei 2017 Senin Pekan Paskah VII

Bacaan Pertama Kis 19:1-8

Sudahkah kamu menerima Roh Kudus,ketika kamu menjadi percaya?

Ketika Apolos masih berada di kota Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman Asia, dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.Katanya kepada mereka, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus,ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia, “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.”Lalu kata Paulus kepada mereka,”Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka, “Dengan baptisan Yohanes.”Kata Paulus, “Baptisan Yohanes adalah baptisan tobat,dan Yohanes sendiri berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.”Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Lewat pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.

Mazmur; Mzm 68:2-3.4-5ac.6-7b

R:33a

Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah.

  1. Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya.Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah.
  2. Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya! Nama-Nya ialah Tuhan!
  3. Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia.

Bait Pengantar Injil

Kol 3:1

Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

Bacaan Injil: Yoh 16:29-33

Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata bahwa akan tiba saat-Nya bahwa Ia tidak lagi berbicara dengan memakai kiasan. Maka para murid berkata kepada Yesus, “Lihat sekarang Engkau berkata-kata terus terang  dan Engkau tidak memakai kiasan.Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.” Jawab Yesus kepada mereka, “Percayakah kamu sekarang?Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan, masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Renungan

Injil buat semua

Rupanya Apolos tidak sendirian. Di Efesus, Paulus juga menemui orang-orang yang hanya mengetahui baptisan Yohanes (1-2). Mereka mengenal Mesias hanya dari pemberitaan Kitab Suci (Perjanjian Lama) melalui pengajaran Yohanes Pembaptis.

Bagi Paulus, menjadi percaya berarti menerima Roh Kudus, dan menerima Roh Kudus adalah bukti bahwa orang telah percaya. Rupanya waktu itu pertanyaan tentang iman kepada Yesus Kristus, pertobatan, dan menerima Roh Kudus adalah pertanyaan standar saat orang menerima baptisan. Maka waktu Paulus tahu bahwa mereka belum kenal Roh Kudus, ia tahu bahwa sesungguhnya mereka belum terhitung dalam bilangan orang percaya. Sebab itu Paulus mengajar mereka (3-4). Lalu mereka percaya dan menerima Roh Kudus (6), seperti yang telah dialami para murid pada peristiwa Pentakosta (Kis. 2). Ini bukan peristiwa pembaptisan ulang atau pengalaman rohani kedua, karena baptisan pertobatan yang telah mereka terima dari Yohanes bukan hanya tidak lengkap tetapi juga jadi usang (lih. Luk. 16:16).

Penumpangan tangan Paulus atas mereka menjadi tanda bahwa mereka saat itu tergabung ke dalam gereja, yaitu orang-orang yang percaya kepada Kristus dan menerima Roh Kudus (band. Kis. 8:17). Dalam kebesaran kasih karunia-Nya, Tuhan menganugerahkan karunia bahasa roh dan nubuat sebagai konfirmasi bahwa berkat keselamatan telah menjadi milik mereka.

Mempelajari kisah ini membuat kita memahami, bahwa Injil perlu diberitakan bukan hanya kepada mereka yang belum pernah mendengarnya sama sekali. Injil juga harus diwartakan kepada mereka yang tahu tentang Yesus Kristus namun belum menerima Dia sebagai Juruselamat mereka secara pribadi. Kita tidak boleh lupa membimbing orang-orang (terutama generasi muda), agar mereka sungguh mengenal Yesus oleh Roh Kudus dan bukan sekadar tahu tentang Yesus.

Mazmur,

Yesus tahu para murid masih akan mengalami godaan dan pencobaan. Tetapi, Ia meneguhkan mereka dengan mengatakan bahwa Ia telah mengalahkan dunia. Yesus meneguhkan mereka dengan suatu kemenangan, sehingga mereka mempunyai harapan atas dasar iman kepercayaan. Dengan berita kemenangan itu, semangat untuk berjuang timbul kembali. Yang terdesak dan terkulai pun bangkit segera. Hati para murid dikuatkan, walaupun mengalami penganiayaan. Demikianpun umat yang ada di Efesus merasa diteguhkan oleh pemberitaan dan pengajaran Paulus, sehingga mereka memberikan diri dibaptis dalam nama Yesus dan jumlahnya banyak.

Yesus selalu hadir dalam hidup kita untuk meneguhkan hati kita yang sering ciut karena berbagai persoalan atau kesulitan dalam hidup. Ia datang pada kita dan berkata,’kuatkanlah hatimu!’. Peneguhan Yesus itu bukan berarti bahwa Ia yang akan menyelesaikan segala persoalan kita, bukan juga berarti bahwa kita tidak akan mengalami kesulitan atau tidak mempunyai masalah lagi, tetapi peneguhan itu memberikan janji bahwa Ia menyertai kita dalam menghadapi segala masalah dan Ia memberi kekuatan pada kita untuk menyelesaikannya.

Injil hari ini, Ketidakpastian manusia.

Kecenderungan manusia mempercayai suatu hal melalui proses pembuktian ternyata juga diberlakukan pada keyakinan iman. Hal ini tampak ketika para murid percaya bahwa Yesus datang dari Allah dan Dia mengetahui segala sesuatu dalam pikiran mereka (30). Iman keyakinan seperti ini tentunya sangat lemah. Karena begitu banyak hal dalam keyakinan iman kepada Yesus Kristus yang tidak dapat dibuktikan oleh kemampuan berpikir indra manusia. Meskipun demikian, tanpa adanya pembuktian logika, dimensi kebenaran dan keyakinan iman itu pasti mengarahkan manusia pada kepercayaan dan keyakinan utuh pada Yesus Kristus.

Kepastian Tuhan. Banyak ilmuwan, filsuf, sejarawan dari sejak Kekristenan berkembang, berusaha membuktikan kebenaran pengajaran Kristus lewat pembuktian-pembuktian ilmu pengetahuan dan logika manusia. Namun, pada akhirnya orang percaya meyakini bahwa kebenaran Tuhan tidak tergantung pada pembuktian logika dan keyakinan manusia. Yesus datang dari Bapa, menyelesaikan misi-Nya dan kembali kepada Bapa.

Renungkan: Tanpa harus didahului oleh pembuktian ilmu pengetahuan, seluruh keberadaan Yesus Kristus merupakan kepastian kebenaran yang mendasari keyakinan iman orang percaya. Yakini dan andalkanlah itu!

Doa: Terima kasih Tuhan atas janji yang Kauberikan kepadaku untuk memberikan kekuatan ketika aku berhadapan dengan berbagai macam persoalan, kesulitan, godaan yang akan merintangi perjalanan imanku. Amin. (Lucas Margono)

29 Mei 2017