Month: May 2019

Bacaan dan Renungan Sabtu 01 Juni 2019| Paskah VI

Bacaan Liturgi 01 Jun 2019,Sabtu Paskah VI

PW S. Yustinus, Martir

Bacaan I: Kis 18:23-28

“Apolos membuktikan dari Kitab Suci, bahwa Yesus adalah Mesias.”

18:23 Paulus meninggalkan Korintus dan kembali ke Kota Antiokhia di Siria. Setelah beberapa hari lamanya tinggal di Antiokhia, ia berangkat, dan menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid. 18:24 Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Kota Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. 18:25 Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus; tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. 18:26 Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa Apolos ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Tuhan. 18:27 Karena Apolos ingin menyeberang ke daerah Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya, Apolos oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. 18:28 Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.

Mazmur 47:2-3.8-9.10

Refren: Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.

  • Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi.
  • Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.
  • Para pemimpin bangsa-bangsa berdatangan bergabung dengan umat Allah Abraham. Sebab segala perisai di atas bumi adalah milik-Nya; sangat agunglah Dia!

Bait Pengantar Injil: Yoh 16:28

Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa.

Bacaan Injil : Yoh 16:23b-28

“Bapa mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya.”

16:23b Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. 16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. 16:25 Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. 16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Kukatakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, 16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah. 16:28 Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa.”

Renungan

Menuntun, melengkapi, menyiapkan

Andaikan kita mendengar Apolos menjelaskan Injil, kita mungkin akan menganggap dia sebagai pemberita Injil yang hebat. Kita mungkin tidak akan mengira bahwa seorang yang memiliki pengetahuan tentang Kristus serta mampu menjelaskan segala sesuatu tentang Dia, ternyata belum sungguh-sungguh mengenal Kristus.

Begitulah gambaran yang kita peroleh dari bagian ini tentang Apolos. Ia seorang yang pandai. Rupanya ia memanfaatkan sumber perpustakaan yang baik di kota Alexandrian, serta perjumpaannya dengan para murid Yohanes (24). Ia tampaknya tertarik dengan semua informasi tersebut, bahkan sanggup mengajarkannya kepada orang lain (26), padahal ia belum sungguh diperbarui oleh Kristus. Ia hanya tahu baptisan Yohanes dan hanya belajar mengenai “Jalan Tuhan” (25-26). Itu sebabnya, Priskila dan Akwila yang mendengar pengajaran Apolos menemukan sesuatu yang “kurang”. Maka kemudian mereka mengajar Apolos tentang “Jalan Allah” (26). Mereka memberitahu Apolos bahwa Yesus Kristus adalah jalan Allah, yang turun ke dalam dunia sebagai manusia. Pengajaran Priskila dan Akwila menjadi alat anugerah yang membawa Apolos ke dalam kebenaran utuh, dan kemudian memperlengkapi dia untuk mengabarkan Injil sampai ke Akhaya (27-28).

Priskila dan Akwila memiliki kepekaan untuk melihat kebutuhan rohani orang yang seolah sudah rohani. Priskila dan Akwila tidak terpaku hanya pada apa yang tampak. Tanpa segan, mereka melengkapi dan menuntun Apolos, sampai dia sungguh berjumpa dengan Yesus Kristus dan siap menjadi pelayan Injil sejati. Apa yang dilakukan oleh Akwila dan Priskila merupakan area pelayanan yang tidak kalah penting. Kita pun bisa seperti mereka. Bila ada orang seperti Apolos di gereja kita, kita bisa mengajak mereka mengikuti kelompok pembinaan, memberikan buku-buku bermutu atau mengusulkan agar dia mengikuti pelajaran khusus yang akan membuat pelayanannya efektif.

Mazmur, Siapa yang kita tinggikan?

Tatkala berhasil, siapa yang kita banggakan dan tinggikan? Tatkala kebudayaan bangsa mencapai banyak kemajuan, siapakah yang dianggap merupakan faktor penyebabnya? Siapa yang kita kagumi dan menjadi panutan dalam hidup ini? Suara, pendapat, dan sikap hidup siapa yang banyak berpengaruh dalam setiap keputusan kita? Bukankah tempat Allah sering dilupakan, karena kita lebih dipengaruhi pendapat orang-tua, kekasih, atau teman daripada Allah? Tidak heran bila kita berhasil, kita lupa memuliakan Allah.

Penyembahan. Tuhan melarang penyembahan berhala. Termasuk di dalamnya larangan mengkultuskan seseorang dalam kehidupan kita. Penyembahan yang benar hanya patut ditujukan kepada Allah. Tetapi penyembahan itu mustahil terjadi tanpa pengenalan yang benar akan Allah dalam segala kebesaran-Nya. Menyembah Allah tidak saja tanggung jawab pribadi setiap orang beriman, tetapi juga perlu dianjurkan kepada masyarakat luas. Jika kita aktif menerapkan prinsip dan falsafah Kristen ke dalam kehidupan bermasyarakat; akan membuat banyak orang lebih siap menerima berita Injil.

Renungkan: Ikutlah jejak Tuhan Yesus: masuki bukan jauhi dunia, untuk menaati dan meninggikan Allah!

Doa: Kuasai seluruh hidupku untuk menyembah-Mu, Tuhan.

Injil hari ini, Bukan pada iman kita

Rasa takut tidak akan pernah bisa memberi perspektif yang sehat untuk melihat masa depan. Maka pengajaran Yesus berikutnya bukan merupakan peringatan yang dapat membuat mereka takut, melainkan berupa janji.

Sebelumnya para murid merasa tertekan karena perkataan Yesus tentang masa depan begitu membingungkan mereka. Maka Tuhan berjanji bahwa untuk seketika waktu lagi mereka akan memahami apa yang mereka perlukan untuk hidup sebagai seorang murid (ayat 25). Janji ini berakar dari janji keakraban dengan Bapa yang sebelumnya tidak mereka kenal (ayat 26-27). Namun setelah Yesus mati di salib dan kemarahan Allah terhadap pendosa ditanggung-Nya, keakraban dengan Bapa telah dimungkinkan sebab pendosa telah dikuduskan. Allah sendiri memang tidak segan memberkati anak-anak-Nya. Ia sendiri mengasihi milik-Nya dan memenuhi kebutuhan mereka karena Dia adalah Bapa yang penuh kasih.

Jaminan itu diberikan dalam penegasan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang diutus oleh Bapa, yang kemudian akan kembali kepada Bapa (ayat 28). Namun saatnya belum tiba. Memang para murid telah menemukan keyakinan di dalam perkataan Yesus. Namun mereka akan menghadapi perlawanan yang akan membuat iman mereka diguncang. Lalu di mana letak penghiburan itu? Inilah penghiburan itu: Yesus tahu bahwa para murid akan pergi ketika situasi memburuk. Meski demikian, para murid perlu tahu bahwa kemenangan tidak bergantung pada iman mereka, melainkan pada karya Juruselamat di Kalvar. Kristus telah mengalahkan dunia, maka kita pun dapat menang atas dunia.

Sekarang ini banyak pengajaran yang menekankan bahwa kemenangan iman tergantung pada kualitas iman kita. Tentu saja ini tidak sepenuhnya benar. Allah memang menginginkan kita untuk hidup dari iman (Rm.1:17). Namun jangan tempatkan keyakinan kita pada iman kita, karena iman kita tidaklah lebih berharga daripada obyek iman itu, yaitu Yesus Kristus.

Yesus kembali kepada Bapa-Nya. Namun, Yesus memberikan pesan kepada kita bahwa segala permohonan hendaknya didoakan dalam nama-Nya. Nama Yesus berarti ‘Allah yang menyelamatkan’. Hal ini mengindikasikan bahwa permohonan yang baik selalu menyangkut keselamatan jiwa. Doa seharusnya tidak memupuk kita menjadi seorang yang haus terus akan materi, tetapi keselamatan. Bagaimana dengan permohonan kita waktu berdoa?

Cat: Renungan ini pernah di muat pada https://margonolucas.wordpress.com/2016/05/07/renungan-sabtu-7-mei-2016/

DOA: Bapa surgawi, buatlah aku menjadi seorang anak kecil dan mengalami dengan sukacita kasih-Mu kepadaku. Tunjukkanlah kepadaku keindahan dari rangkulan-Mu yang penuh kehangatan. Tolonglah diriku agar mau dan mampu untuk syering kasih-Mu dengan setiap orang yang kujumpai, sehingga mereka pun dapat mengenal dan mengalami relasi yang akrab yang ingin Kaumiliki dengan semua anak-Mu. Amin. (Lucas Margono)

Yoh 16:23b-28 Bapa mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya.
Yoh 16:23b-28 Bapa mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya.

Bacaan dan Renungan 31 Mei 2019|Pesta S.P. Maria Mengunjungi Elisabeth

Bacaan Liturgi Jumat, 31 Mei 2019, Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet

Bacaan I : Zef 3:14-18a

“Tuhan, Raja Israel, ada di tengah-tengahmu.”

3:14 Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! 3:15 TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. 3:16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu. 3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, 3:18 seperti pada hari pertemuan raya.” “Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

Mazmur, Yes 12:2-3.4bcd.5-6; R: 6b, do = c, 4/4, PS 864

Ref. Agunglah di tengah-tengahmu: Yang Kudus Allah Israel

  • Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar; sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
  • Pada waktu itu kamu akan berkata, “Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!”
  •  Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/4, PS 961:Ref. Alleluya, alleluya, alleluya

Ayat. Berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.

Bacaan Injil : Lukas 1:39-56

“Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?”

1:39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. 1:40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. 1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, 1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. 1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? 1:44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. 1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” 1:46 Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, 1:47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, 1:48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 1:49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. 1:50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; 1:53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, 1:55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” 1:56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Renungan :

Zefanya

Pujian sukacita

Dalam Bacaan Pertama berlatar belakang sabda Tuhan datang kepada Nabi Zefanya pada masa pemerintahan Raja Yosia (609-504 SM), yaitu pada masa “gelap” setelah penyerbuan Bangsa Asyur tahun 701 SM di bahwah pimpinan Sannakherib. Masa gelap ini ditandai dengan kemerosotan dalam segala bidang kehidupan. Dalam suasana serba hitam itulah Nabi Zefanya menyerukan penyesalan dan pertobatan dari dosa. Ia mewartakan 3 hal : 1. “hari Tuhan” yang menakutkan akan datang bahwa Yehuda dan Yerusalem akan dihukum (1:2-18), 2. bangsa Israel harus berani melawan bangsa-bangsa yang membawa kekafiran, yaitu bangsa Filistin, Moab, Ammon, Etiopia dan Asyur (2:1-15), 3. Tuhan menjanjikan keselamatan kekal di masa mendatang (3:1-20). Nabi Zefanya secara tidak langsung mencoba mempersiapkan pembaharuan rohani oleh Raja yosia yang saleh.

Bacaan Pertama berisikan pujian kegembiraan terhadap Tuhan yang meraja (3:14-15) dan hiburan bagi Yerusalem di masa mendatang (3:16-18a). Suasana sukacita bahwa keselamatan Tuhan sudah terasa kini, karena Tuhan sendiri telah menyingkirkan rasa takut dan gelisah kota Yerusalem. Tuhan yang hidup – yang memperhatikan manusia – tidak bisa digambarkan lain daripada pengalaman kegembiraan manusia. Kegembiraan suasana ilahi memang berbeda dengan kegembiraan duniawi. Manusia bergembira, tetapi ada batasnya; sedangkan kegembiraan Tuhan adalah abadi.

Roma.

Kasih: tulus, aktif timbal balik.

Kasih tak boleh pura-pura, sebab bila demikian kita menipu diri sendiri, mendustai orang yang kita kasihi. Hal itu ditolak Tuhan, sebab mengasihi sesama adalah perintah Tuhan yang harus ditaati. Di dalam Tubuh Kristus, kasih harus aktif timbal balik. Kasih yang sudah kita terima dari Tuhan, dan yang menjadi teladan bagi kita mempersatukan kita dalam suatu persekutuan kasih yaitu Gereja-Nya. Sikap Kristen, baik dalam kalangan sendiri, dan terlebih lagi keluar adalah aktif pro kasih.

Bantulah orang-orang kudus. Membantu para hamba Tuhan dalam kebutuhan hidup mereka, terutama yang sedang kekurangan berarti turut serta menunjang pekerjaan Tuhan. Sikap dan tindakan kasih itu pasti sangat diperhatikan oleh Tuhan sebab mengandung nilai sebagai persembahan kepada Tuhan sendiri (Mat 25:40).

Balaslah kejahatan dengan kebaikan. Lakukan kebaikan, utamakan hidup damai dan berilah tempat kepada murka Allah. Dengan hati lembut, kita bawa permasalahan dalam doa kepada Tuhan. Biar Tuhan yang akan mengadili dengan kebijaksanaan-Nya yang dalam itu. Bila musuh yang lapar kita beri makan, dan yang haus kita beri minum, mereka akan takjub diperhadapkan dengan sifat-sifat Allah sendiri.

Mazmur, Kesabaran Allah.

Orang-tua yang baik bukan yang tidak pernah marah kepada anak-anaknya yang nakal, bukan juga yang hanya memarahi anaknya yang nakal, sehingga menimbulkan luka yang membekas, dan tidak tersembuhkan. Orang-tua yang baik mampu memberi penghiburan, supaya luka-luka yang timbul dapat sembuh. Allah, sebagai orang tua yang sejati, juga marah bila kita melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada-Nya. Namun bila kita menyesal dan bertobat, Dia tidak hanya mengampuni, tetapi juga menghibur kita. Allah sabar dan sumber penghiburan (Rm 15:5). Tidak ada dosa sebesar apa pun yang tidak diampuni-Nya, bila kita sungguh menyesal dan mohon ampun (ayat 1-18).

Bersyukur kepada Allah. Ungkapan syukur kepada Allah tidak hanya diucapkan dalam doa, tetapi patut disaksikan kepada semua orang. Berita sukacita yang kita terima karena anugerah-Nya itu tidak mungkin kita simpan dalam hati dan dinikmati sendiri. Itu akan menjadi luapan syukur tak terbendung. Apakah Saudara benar-benar mengalami kesabaran dan penghiburan Allah tersebut?

Renungkan: Datanglah kepada-Nya, akui semua dosa dan nikmatilah kuasa pengampunan-Nya, agar dapat bersaksi dengan sukacita! Bagi orang percaya, Hari Tuhan adalah pembebasan yang dinanti-nantikan.

Injil hari ini, Perspektif dua perempuan pilihan Allah.

Dua atau lebih perempuan berkumpul, gosip, atau kabar burung pasti menjadi topik hangat dalam kumpulan itu. Demikian penilaian sinis sebagian orang. Seharusnya penilaian ini tidak tercetus ketika perempuan-perempuan Kristen berkumpul. Justru mereka harus menepis anggapan tersebut dengan menunjukkan bahwa di mana mereka berkumpul, kemuliaan Allah terpancar dalam percakapan mereka.

Maria mengunjungi Elisabet kemungkinan untuk dua hal: (ayat 1). Maria ingin mengungkapkan kebahagiaan dan rasa kasihnya karena sepupunya Elisabet juga mengalami kasih karunia Allah, mengandung anak yang Allah persiapkan untuk mempersiapkan jalan bagi Mesias; (ayat 2). Untuk berbagi pergumulan, karena anugerah Allah atas dirinya. Dua perempuan itu bukan bertemu untuk memperbincangkan hal-hal negatif. Mereka berbagi sukacita dan pergumulan. Seharusnyalah perempuan-perempuan Kristen masa kini, belajar tentang perspektif dari Elisabet dan Maria, dua perempuan pilihan Allah.

Elisabet dan Maria adalah dua perempuan Allah yang bersyukur karena dipilih dan dipercayakan Allah untuk mengandung utusan-utusan Allah: Yohanes sebagai yang mempersiapkan jalan bagi Mesias, dan Yesus adalah Mesias yang akan menyelamatkan seluruh umat manusia. Tidak ada perasaan saling iri, dengki di antara mereka, justru mereka berbahagia karena menerima anugerah yang luar biasa yaitu dipakai Allah untuk melaksanakan rencana-Nya.

Hal menarik yang kita dipelajari dari Maria adalah bahwa kemuliaan yang ia peroleh adalah bentuk perhatian Allah kepada kaum yang lemah dan miskin. Bahkan perhatian-Nya juga meluas kepada seluruh umat Israel yang selama ini hidup dalam penindasan. Dari Maria kita belajar meluaskan wawasan, dan melihat berkat Tuhan bukan hanya untuk diri sendiri.

Maria dan Elisabet adalah contoh manusia yang menaruh sukacitanya dalam Allah. Maria bersukacita pertama-tama bukan karena pengalaman indah dalam hidupnya, tapi terutama karena Allah berkenan menjadi Juruselamatnya.

Renungkan: Apakah sikap yang tepat terhadap orang yang diberkati Tuhan dan juga terhadap diri sendiri yang juga diberkati?

DOA: Tuhan Yesus, Engkau datang mengangkat orang yang rendah dan lemah. Angkatlah juga diriku oleh rahmat-Mu. Biarlah aku mengetahui tujuan hidup yang Engkau rencanakan bagiku. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Tuhan Yesus. Amin. (Lucas Margono)

Luk 1:39-56 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
Luk 1:39-56 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Bacaan dan Renungan Kamis 30 Mei 2019| Hari Raya Kenaikan Tuhan

Bacaan Liturgi, Kamis 30 Mei 2019|Hari Raya Kenaikan Tuhan

Bacaan 1 : Kis 1:1-11

“Mereka melihat Dia terangkat ke surga.”

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, 1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. 1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. 1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang?demikian kata-Nya?”telah kamu dengar dari pada-Ku. 1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” 1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” 1:7 Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” 1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 1:11 dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Mazmur 47:2-3.6-3.8-9; Ul:6, do = a, 4/4, PS 825

Ref. Allah telah naik, diiringi sorak-sorai. Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.

  • Hai segala bangsa bertepuk tanganlah, Elu-elukan Allah dengan sorak sorai. Sebab Tuhan, yang maha tinggi adalah dahsyat. Raja agung atas seluruh bumi.
  • Allah telah naik diiringi soraksorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, kidungkanglah mazmur bagi Raja kita, kidungkan mazmur.
  • Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.

Bacaan II : Efesus 1:17-23

“Allah mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya dalam surga.”

1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 1:20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 1:21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. 1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Bait Pengantar Injil, do = a, 4/4, PS 962

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 28:19.20)

Pergilah dan ajarlah semua bangsa, sabda Tuhan, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.

Bacaan Injil: Luk 24:46-53

Ketika sedang memberkati mereka, Yesus terangkat ke Surga.

Sesudah bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada para murid.
Kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita
dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Dan lagi:
Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari atas.”

Lalu Yesus membawa murid-murid itu ke luar kota sampai dekat Betania.
Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.Dan ketika sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga.

Para murid menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Wawasan baru kemuridan.

Zaman kita kini adalah zaman yang ironis. Berbagai informasi tentang dan dari belahan dunia lain yang jauh dapat dengan mudah diterima, didengar, dibaca, atau ditonton. Namun pada saat yang sama orang-orang yang berpikir sempit kedaerahan dan sektarian justru tidak berkurang dan malah makin radikal, termasuk bahkan beberapa saudara yang seiman.

Wawasan misioner justru mengajak murid untuk tidak berpikir picik, dan mulai berpikir secara luas; sang murid akan menerima kuasa dari Roh Kudus, dan menjadi saksi bagi Kristus sampai ke ujung bumi (ayat 8). Wawasan misioner yang berdasarkan kuasa Roh Kudus itu mengajak mereka meninggalkan wawasan kedaerahan yang sempit. Pertanyaan mereka di ayat 6 mencerminkan keprihatinan kedaerahan khas orang Yahudi, yang menantikan kedatangan zaman baru mesianis ketika mereka akan ditinggikan di atas bangsa-bangsa kafir lainnya. Kini pusat perhatian mereka bukan lagi aspirasi sempit bagi golongan sendiri, tetapi pemberitaan Kerajaan Allah ke seluruh penjuru dunia. Kata Yunani martureo (“bersaksi”) dalam ay. 8 merupakan akar kata dari kata ‘martir’. Bersaksi berarti siap juga berkorban, bahkan mati demi apa yang dipercayai.

Kalimat yang hampir usang “berpikirlah secara global, bertindaklah secara lokal” mengandung kebenaran yang harus kita camkan sebagai murid-murid Kristus. Agenda terpenting perjuangan Kristen tidak boleh egoistis: berjuang demi “agama”, etnis/suku yang kebetulan “seiman”, klan/keluarga, pribadi dan seterusnya. Perjuangan Kristen adalah perjuangan yang mengorbankan diri dan bukan demi keuntungan diri/golongan sendiri.

Renungkan: Kesaksian selalu membawa kemungkinan pengorbanan diri dari pihak yang bersaksi. “Kesaksian” yang mementingkan diri/golongan bukanlah kesaksian sejati yang menaati tuntunan Roh Kudus.

Mazmur, Siapa yang kita tinggikan?

Tatkala berhasil, siapa yang kita banggakan dan tinggikan? Tatkala kebudayaan bangsa mencapai banyak kemajuan, siapakah yang dianggap merupakan faktor penyebabnya? Siapa yang kita kagumi dan menjadi panutan dalam hidup ini? Suara, pendapat, dan sikap hidup siapa yang banyak berpengaruh dalam setiap keputusan kita? Bukankah tempat Allah sering dilupakan, karena kita lebih dipengaruhi pendapat orang-tua, kekasih, atau teman daripada Allah? Tidak heran bila kita berhasil, kita lupa memuliakan Allah.

Penyembahan. Tuhan melarang penyembahan berhala. Termasuk di dalamnya larangan mengkultuskan seseorang dalam kehidupan kita. Penyembahan yang benar hanya patut ditujukan kepada Allah. Tetapi penyembahan itu mustahil terjadi tanpa pengenalan yang benar akan Allah dalam segala kebesaran-Nya. Menyembah Allah tidak saja tanggung jawab pribadi setiap orang beriman, tetapi juga perlu dianjurkan kepada masyarakat luas. Jika kita aktif menerapkan prinsip dan falsafah Kristen ke dalam kehidupan bermasyarakat; akan membuat banyak orang lebih siap menerima berita Injil.

Renungkan: Ikutlah jejak Tuhan Yesus: masuki bukan jauhi dunia, untuk menaati dan meninggikan Allah!

Kuasai seluruh hidupku untuk menyembah-Mu, Tuhan.

Bacaan kedua, Bagaimana mengenal kuasa Allah?

Dengan doa! Tanpa doa tidak mungkin mengenal kuasa Allah. Paulus berdoa agar Allah ‘menjadikan mata hatimu tenang’ (ayat 18). Mata hati harus dicerahkan agar dapat melihat betapa hebat kuasa Allah bagi kita (ayat 19). Paulus mengatakan bahwa kuasa Allah telah diungkapkan dan tidak tersembunyi. Masalahnya sekarang, kita tidak melihatnya karena mata hati kita masih gelap, akibatnya kita tidak mampu melihat karya Allah di dalam dan melalui Kristus.

Ada tiga bentuk manifestasi kuasa Allah melalui Kristus.

  1. Kuasa Allah nampak di dalam membangkitkan Kristus dari kematian (ayat 20). Musuh utama manusia adalah kematian. Tidak seorang pun mampu melawannya. Tetapi setiap yang percaya pada Yesus tidak perlu takut menghadapi kematian. Kebangkitan Kristus adalah bentuk nyata kuasa Allah.
  2. Kuasa Allah nampak dengan mendudukkan Kristus di sebelah kanan-Nya mengatasi segala sesuatu (ayat 20-22). Musuh lain yang tidak dapat dilawan manusia adalah iblis dan pengikutnya. Kristus telah menaklukkan iblis dan meletakkan mereka di kaki-Nya. Mereka sudah tidak memiliki kuasa terhadap orang yang percaya Yesus.
  3. Kuasa Allah nampak dengan melantik Yesus sebagai kepala jemaat (ayat 22). Kristus adalah kepenuhan jemaat. Jemaat menjadi sempurna karena dipenuhi oleh Kristus. Jika Kristus memenuhi jemaat, mengapa orang Kristen menyingkirkan Kristus dari dalam jemaat? Mengapa takut menyaksikan Kristus?

Renungkan: Bila mata hati telah melihat demonstrasi kuasa Allah, mengapa kita masih takut hidup sebagai pengikut Kristus? Mengapa takut dan malu menjadi saksi Kristus?

Injil hari ini,

Apa yang paling Anda cintai di dunia ini? Gunung, sepak bola, bunga atau hal lain yang lebih penting dari itu? Bila jawaban Anda adalah jiwa Anda sendiri, maka Anda menemukan surga dalam misteri Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Bacaan Injil pada hari raya kenaikan Tuhan mengingatkan kita pada apa yang seharusnya menjadi pusat kecintaan dan perhatian kita yaitu keselamatan jiwa kita. Sungguh beruntung para murid diberi karunia untuk menyaksikan peristiwa agung kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Suatu peristiwa yang belum pernah mereka pikirkan, peristiwa yang setiap manusia bisa mengalaminya. Tentu Yesus mempunyai maksud tertentu dengan mengajak para murid menyaksikan kenaikan-Nya ke surga secara langsung. Penyaksian secara langsung peristiwa agung kenaikan Tuhan Yesus oleh para murid memberi kepastian kepada mereka bahwa Yesus telah mencapai keselamatan tanpa ada keraguan. Kenaikan Tuhan ke surga di hadapan mereka juga memberi kepastian bahwa surga itu ada dan mereka dijanjikan diikutsertakan dalam kemuliaan surga. Kepastian itu menjadi dasar kuat bagi para murid untuk menerima perutusan Yesus sebagai saksi dan pewarta bahwa dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, kepastian iman para murid bahwa Tuhan telah naik ke surga juga menjadi dasar bagi kita untuk menjadi saksi bahwa dalam nama Yesus berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa. Bagaimana sebagai murid-murid Tuhan kita bisa menjadi pewarta tentang pertobatan dan pengampunan dosa dalam dunia sekarang ini? Zaman ini orang mempunyai surga dunia sendiri, bukan surga yang di atas. Ini tantangan yang sangat besar, maka dibutuhkan juga kekuatan yang besar. Dari mana kita memperolehnya kalau tidak dari kuasa Tuhan sendiri? Tantangan serupa juga dialami para murid pertama Yesus. Oleh karena itu, Tuhan tidak meminta para murid langsung pergi menjadi pewarta, tetapi meminta mereka berkumpul dan berdoa sampai mereka diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi sehingga mereka mampu menjalankan tugas sebagai pewarta.

Jalan hidup para murid yang berkumpul dan berdoa sampai mereka diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi, sehingga mampu menjadi saksi bagi Tuhan dan menjadi jalan pewartaan kita juga. Kita, para murid Tuhan dan saksi iman akan kebangkitan dan kenaikan Tuhan ke surga, membutuhkan kondisi yang membuat kita bisa bersekutu dan berdoa. Tanpa persekutuan dan doa, kita tidak akan mampu menjadi pewarta Tuhan. Para murid Tuhan adalah orang-orang sederhana yang gembira karena hidup mereka diselamatkan Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang hidup penuh kekuatan dan harapan di tengah tantangan dunia. Hidup mereka adalah hidup yang penuh pertobatan. Oleh karena itu, hidup mereka menjadi perhatian dan menarik banyak orang untuk mengikuti-Nya.

Injil hari ini mengingatkan kita agar kita melihat kembali hidup persekutuan dan doa kita, karena itu menjadi pusat kekuatan pewartaan kita yang akan menyelamatkan banyak jiwa; jiwa yang seharusnya dicintai manusia pemiliknya.

Kasih yang berlanjut

Kebangkitan Yesus nyata menghadirkan perubahan dalam diri para murid. Dulu mereka kebingungan dan tak berdaya karena kematian Yesus. Tetapi setelah Yesus bangkit, tidak ada lagi tempat bagi keraguan dan ketakutan! Pengharapan yang semula pupus, kemudian terbit kembali.

Empat puluh hari telah berlalu (lih. Kis. 1:3). Para murid saat itu ada bersama dengan Yesus. Yesus pun memberkati mereka (50), berkat yang merupakan jaminan perlindungan dan pimpinan-Nya atas mereka. Kemudian Ia terangkat ke surga (51). Mungkin para murid merasa takjub. Tetapi mereka tahu bahwa Yesus akan menggenapi janji-Nya untuk mengirimkan Roh Kudus pada mereka. Roh Kudus yang akan menjadi Penghibur mereka dan yang akan memampukan mereka menyebarkan Kabar Baik.

Para murid yang dulu kebingungan dan tak berdaya karena kematian Yesus, kini berubah. Mereka yang sebelumnya sangat sedih karena ditinggal mati oleh Yesus, kini merespons kenaikan Yesus dengan menyembah Dia (52). Kini mereka tahu benar bahwa Yesus adalah Tuhan, Anak Allah, yang layak menerima puji dan sembah. Mereka yang beberapa hari sebelumnya gemetar ketakutan di balik pintu yang terkunci, bersembunyi dari pemimpin agama Yahudi yang menyalibkan Guru mereka, kini berada di Bait Suci, “markas besar” Yudaisme (53). Mereka telah berani menyatakan diri sebagai pengikut Yesus. Mereka tidak lagi menyembunyikan iman dan kasih mereka pada Yesus.

Kita telah mempelajari kehidupan dan pelayanan Yesus, sampai pada kenaikannya. Kini Ia ada di surga, duduk di sebelah kanan Bapa, mempersiapkan tempat bagi kita. Namun bukan berarti pelayanan-Nya berhenti begitu saja. Sebagai murid-Nya, kitalah yang harus melanjutkan pelayanan yang telah Dia mulai di dalam diri kita. Kita harus membebaskan yang terbelenggu dan mewartakan Kabar Baik kepada orang-orang miskin, sampai Ia datang kembali nanti untuk menjemput kita.

DOA: Tuhan Yesus, aku memberikan hidupku kepada-Mu, Tuhan surga dan bumi yang telah ditinggikan! Oleh Roh Kudus-Mu, berikanlah kepadaku keyakinan tak tergoyahkan bahwa kuat-kuasa sama yang telah membangkitkan Engkau, hidup juga di dalam diriku. Oleh Roh Kudus-Mu, berdayakanlah diriku untuk menjalani kehidupan yang membawa kehormatan dan kemuliaan bagi-Mu. Amin. (Lucas Margono)

30 Mei 2019
Luk 24:46-53 Ketika sedang memberkati mereka, Yesus terangkat ke Surga.

Yesus, Tuhanku, Engkau telah menetapkanku sebagai saksi dari penderitaan dan kebangkitan-Mu. Semoga hidupku menginspirasi orang lain untuk lepas dari kelekatan dan maju dalam semangat iman akan kebangkitan dan kehidupan kekal bersama-Mu di surga. Amin.

Bacaan dan Renungan Rabu 29 Mei 2019|Paskah VI

Bacaan Liturgi 29 Mei 2019,Rabu Paskah VI

Bacaan I : Kis 17:15,22-18:1

“Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberikan kepada kamu.”

17:15 Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya. 17:22 Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: “Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. 17:23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. 17:24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, 17:25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. 17:26 Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, 17:27 supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. 17:28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. 17:29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. 17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. 17:31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.” 17:32 Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.” 17:33 Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka. 17:34 Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka. 18:1Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.

Mazmur 148:1-2.11-12b.12c-14a.14bcd

Ref. Surga dan bumi penuh dengan kemuliaan-Mu.

  • Pujilah Tuhan di surga, pujilah Dia di tempat tinggi! Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
  • Pujilah Tuhan, hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia. Pujilah Tuhan, hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!
  • Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan, sebab hanya nama-Nya yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.
  • Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya: Ayat. (Yoh 14:16)

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.

Bacaan Injil : Yohanes 16:12-15

“Roh Kebenaran akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.”

16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. 16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. 16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.”

Renungan :

Berbagi Injil dengan orang terdidik

Beberapa orang saudara seiman mengantar Paulus ke pantai laut dan menyertainya ke Atena. Silas dan Timotius tetap tinggal di Berea dengan perintah agar mereka secepat mungkin menyusul Paulus ke Atena (ayat 17:15).

Di mana-mana berita Injil tetap sama. Allah mengasihi dunia yang berdosa dan memberikan Kristus untuk keselamatan mereka. Namun, cara memberitakan Injil harus disesuaikan dengan konteksnya.

Atena adalah kota terpelajar dan kota religius. Selain ada kumpulan orang Yahudi, di Atena terdapat banyak pengikut filsafat tertentu dan penyembah berhala. Paulus menyapa masing-masing kelompok sesuai dengan konteks masing-masing (ayat 16-18). Oleh karena memberitakan sesuatu yang baru, Paulus mendapat kesempatan membagikannya di sidang Areopagus (ayat 19-20). Di sini kita melihat strategi penginjilan Paulus yang peka konteks dan memanfaatkan pengetahuan iman mereka akan wahyu umum. Pertama, Paulus tidak mengecam berhala-berhala sesembahan mereka. Sebaliknya, ia memakai salah satu berhala yang tidak bernama untuk memperkenalkan Allah yang disembahnya (ayat 22-23). Kedua, Paulus memperkenalkan Allah sebagai Sang Pencipta langit dan bumi serta segala isinya. Dia berdaulat penuh atas segala ciptaan-Nya, termasuk manusia. Hidup manusia berasal dari dan bergantung penuh kepada Allah (ayat 24-28). Ketiga, Paulus memperkenalkan cara beribadah yang benar di hadapan Allah yang Mahabesar. Ibadah yang benar bukan dengan menyembah berhala melainkan dengan menjalani kehidupan yang kudus yang berkenan kepada-Nya. Kehidupan itu harus dipertanggungjawabkan satu kali kelak di hadapan Dia yang telah membangkitkan Kristus (ayat 29-31). Hasil pemberitaan Injil itu terbagi dua. Ada yang menolak Injil, tetapi tidak sedikit juga mereka yang bertobat (ayat 32-33).

Di balik sikap kritis bahkan sinis orang-orang terpelajar, ada kebutuhan batin yang membuat mereka mencari-cari kebenaran. Kita harus belajar peka akan konteks dan kebutuhan orang-orang di sekitar kita sehingga pemberitaan Injil kita tepat cara dan sasarannya.

Paulus kemudian meninggalkan Atena untuk pergi ke Korintus, di mana dia menantikan kedatangan Silas dam Timotius dari Makedonia. Korintus adalah ibu kota propinsi Akhaya. Kota ini terletak pada suatu tanah genting yang mencakup rute laut ke timur dan barat dan juga rute darat ke utara dan selatan. Korintus merupakan pusat perdagangan yang ramai, terkenal sebagai kota kosmopolitan dan terkenal juga akan kedursilaannya. Menurut Strabo, kuil Afrodit memiliki seribu orang pelacur kuil. Reputasi Korintus dilukiskan melalui kenyataan bahwa ungkapan “bertindak seperti orang Korintus” dipakai untuk tindakan perzinaan, dan ungkapan “gadis Korintus” berarti pelacur. Tidak mengherankan bahwa gereja di Korintus kemudian tercemar oleh masalah-masalah moral (ayat 18:1).

Perhatikan: Roh Kudus mengurapi anak Tuhan yang mempersiapkan diri dengan baik untuk memberitakan Injil-Nya.

Mazmur, Pujian dari surga dan dunia

Hanya Satu yang layak disembah dan dipuji. Semua yang lain harus sujud dan hormat, tanpa pengecualian. Demikian kesimpulan yang bisa kita ambil dari panggilan pemazmur kepada segenap makhluk di atas maupun di bawah langit untuk memuji Tuhan.

Pujian yang dikumandangkan oleh mazmur ini bak simfoni yang lengkap dan harmonis. Lengkap karena dari berbagai perspektif, pujian ini muncul. Dari perspektif malaikat makhluk surgawi, muncul pujian akan keagungan dan kebesaran Sang Raja yang bertakhta di surga. Dari segala ciptaan-Nya yang Dia letakkan di cakrawala dan langit untuk menerangi dunia ini, kemahakuasaan-Nya menjadi sasaran kekaguman.

Sementara, di bumi, yang diwarnai dengan dosa dan chaos yang senantiasa mengklaim hak atas segala ciptaan di bawah, pujian pun dikumandangkan sebagai pernyataan keyakinan keselamatan dan ucapan syukur yang tak putus-putusnya. Tuhan berdaulat dan berkuasa atas samudera raya dan monster laut yang melambangkan kuasa kekacauan tersebut (7). Bahkan segala potensi perusak dari gejala alam pun ada di bawah kendali Sang Pencipta (8). Terlebih manusia yang telah mengalami kuasa dan karya penebusan, melalui mulut merekalah pujian syukur mengalir dari hati yang terdalam (11-14). Inilah puncak keindahan pujian yang bukan semata karena ketepatan nada dan alunan irama yang kreatif, melainkan karena manusia mengalami keindahan kasih Allah dalam tindakan-tindakan nyata.

Umat Allah yaitu gereja adalah inti dari simfoni sejagad ini. Satu-satunya yang dapat merenungkan arti teologis dari kasih dan karya Allah dalam semesta dan sejarah adalah manusia. Satu-satunya yang mengalami dan mensyukuri tindakan penyelamatan Allah dalam Kristus di salib adalah Gereja-Nya! Oleh karena itu, jangan berdiam diri. Mari kita lantunkan lagu pujian itu dari dalam setiap segi kehidupan kita tiap hari! Perdengarkanlah!

Injil hari ini,

Dimasa sulit dan resesi global seperti sekarang ini, ada banyak dari kita yang kehilangan harapan dan jaminan akan masa depan. Pengalaman hidup sehari-hari yang penuh persaingan, permusuhan dan konflik membuat manusia sulit mengharapkan sesuatu yang menjamin rasa aman dalam hidupnya.

Secara manusiawi, manusia butuh segala sesuatu yang pasti, yang dapat memberi jaminan , akan kelangsungan hidup dan keselamatannya. Untuk itu banyak produk yang ditawarkan dunia sebagai sebuah jaminan masa depan seperti asuransi jiwa, jaminan kesehatan, kecelakaan dan lain-lain, jaminan seperti itu sangat laku keras dimasyarakat.

Hari ini Yesus memberikan sebuah jaminan abadi kepada kita, “Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimaNya daripadaKu.” Apakah kita bisa menerima Sabda ini sebagai jaminan Sabda yang hidup dari Tuhan, yang hanya ada kata “Ya dan Amin” untuk kita? Hari ini Yesus meminta kita untuk menyerahkan diri kita dipimpin oleh Roh Kudus untuk mengalami kebenaran Sabda itu sendiri. Bersediakan kita? Jaminan itu pasti akan menjadi milik kita.

DOA: Tuhan, jaminanMu adalah kekal abadi selamanya, aku bersyukur mempunyai Allah seperti Engkau yang memberi aku jaminan sepenuhnya. (Lucas Margono)

Yoh 16:12-15 Roh Kebenaran akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran
Yoh 16:12-15 Roh Kebenaran akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran

Tuhan Yesus, Engkau menjanjikan Roh Kudus yang mengantar aku kepada seluruh kebenaran. Semoga aku menyediakan waktu untuk mendengarkan sabda-Mu setiap hari. Amin.