Category: Perayaan Khusus

Bacaan dan Renungan Minggu 12 April 2020| Oktaf

Kalender Liturgi Minggu 12 Apr 2020, Oktaf Paskah

Bacaan I : Kis 10:34a.37-43

“Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati.”

Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius. Di sana Petrus berkata, “Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh dan kuat kuasa. Yesus itulah yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. Kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat Yesus di tanah Yudea maupun di Yerusalem! Dia telah dibunuh dan digantung pada kayu salib. Tetapi Allah telah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga. Dan Allah berkenan bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Yesus telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”

Mazmur 118:1-2.16ab-17.22-23; Ul:24

Refren: Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.

  • Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya.”
  • Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan. Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan!
  • Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan,suatu perbuatan ajaib di mata kita.

Bacaan II: Kol 3:1-4

“Pikirkanlah perkara yang di atas, dimana Kristus berada.”

Saudara-saudara, kamu telah dibangkitkan bersama dengan Kristus. Maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. Kristuslah hidup kita! Apabila Ia menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

atau

Bacaan II : 1Kor 5:6b-8

“Buanglah ragi yang lama, agar kamu menjadi adonan baru.”

Saudara-saudara, kamu tahu bahwa ragi yang sedikit saja dapat mengkhamirkan seluruh adonan. Maka buanglah ragi yang lama, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab Kristus, anak domba Paskah kita, sudah disembelih. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan roti yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Bacaan Injil PAGI : Yoh 20:1-9

“Yesus harus bangkit dari antara orang mati.”

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maka ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, “Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka tibalah juga Simon Petrus menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kafan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi agak di samping, di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai ke kubur itu; ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci, yang mengatakan bahwa ia harus bangkit dari antara orang mati.

Bacaan Injil SORE : Luk 24:13-35

“Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.”

Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan, dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenali Dia. Yesus berkata kepada mereka, “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya, “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?” Kata-Nya kepada mereka, “Apakah itu?” Jawab mereka, “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret! Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati, dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Dan beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan bahwa Yesus hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat.” Lalu Ia berkata kepada mereka, “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya akan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Sementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju. Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat, “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka, dan mereka pun mengenali Dia. Tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain, “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan, dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita? Lalu bangunlah mereka dan langsung kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid. Mereka sedang berkumpul bersama teman-teman mereka. Kata mereka kepada kedua murid itu, “Sungguh, Tuhan telah bangkit, dan telah menampakkan diri kepada Simon.” Lalu kedua murid itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan, dan bagaimana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Renungan :

Allah mengasihi semua orang

Sikap rasialis adalah masalah manusia dari dulu. Sikap ini menghasilkan ketidakadilan, pertikaian, bahkan peperangan. Orang Yahudi pernah mengalami penderitaan dahsyat karena perlakuan rasialis dari bangsa Jerman. Namun banyak orang Yahudi pada masa Perjanjian Baru pun bersikap rasialis. Mereka merasa satu-satunya umat Allah yang berhak atas semua janji-Nya. Bangsa-bangsa lain tak lebih daripada binatang yang tak layak mendapat anugerah Allah.

Sikap rasis umat Yahudi disebabkan kekeliruan mereka memahami konsep umat pilihan. Bagi mereka, umat pilihan adalah semata-mata hak istimewa. Mereka lupa panggilan istimewa adalah untuk tugas/kewajiban mulia, membawa bangsa-bangsa lain kepada Allah. Khotbah Petrus kepada Kornelius dengan tegas menyatakan bahwa Allah tidak membedakan orang. Allah berkenan atas setiap orang dari bangsa manapun yang datang dengan tulus mencari-Nya termasuk Kornelius yang adalah seorang kafir. Rahasia perkenan Allah atas semua orang ini terletak pada diri Yesus Kristus (ayat 36-38). Yesus yang datang ke dunia ini mengerjakan karya keselamatan untuk membuat orang berkenan kepada Allah. Melalui kematian-Nya di salib dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati, Yesus telah menyediakan jalan keselamatan untuk semua orang, semua bangsa.

Petrus, sebagai seorang Yahudi belajar mengatasi sikap rasialis dan menerima Kornelius, seorang kafir sebagai sesama manusia yang dikasihi Allah (ayat 34). Bahkan Petrus menyadari bahwa panggilannya mengikut Yesus adalah untuk memberitakan keselamatan bagi semua orang (ayat 42). Merenungkan ini apa respons kita, yang pada dasarnya bukan orang Yahudi melainkan sama seperti Kornelius yang termasuk dalam bilangan bangsa kafir? Kita patut bersyukur karena hanya oleh karya Kristuslah kita bisa datang kepada Allah dan layak disebut sebagai umat-Nya. Tugas kita sekarang adalah memberitakan anugerah itu kepada semua orang lintas ras, suku, bangsa, dan bahasa, juga status sosial.

Mazmur, Dua “andalan” orang Kristen untuk dunia yang keras.

Setiap orang dapat dipastikan merasakan kerasnya hidup. Segala sesuatu harus diperjuangkan dan diusahakan. Kristen tidak terluput dari itu. Pemazmur merasakan pula hal demikian. Musuhnya mengkonsentrasikan seluruh kemampuannya untuk mendorongnya hingga jatuh. Namun dia tidak mengalami suatu hal yang fatal misalnya kematian (17). Mengapa? Karena dia memiliki dua “andalan” yaitu Tuhan dan cara pandang yang Ilahi. Tuhan bukan sekadar sumber kekuatan, pujian, dan keselamatan, namun Ia sendirilah kekuatan, pujian, dan keselamatan. Ini merupakan ungkapan terlengkap yang menyatakan bahwa mulai dari awal hingga akhir, ada pada-Nya.

“Andalan” yang harus diwujudkan. Untuk dapat bertahan hidup di dunia yang keras ini, tidak ada jalan lain selain menyertakan Allah selalu dalam setiap langkah dan bidang kehidupan kita. Keyakinan kita bahwa Tuhan bukan sekadar sumber kekuatan, pujian, dan keselamatan itu sendiri semakin memperteguh iman dan pengharapan kita. Terlebih lagi ketika kita berhadapan dengan kekerasan. Orang Kristen harus memandang dan meyakini kekerasan ini sebagai didikan Tuhan. Dengan demikian kita akan tahu bahwa kesudahan dari segala bentuk kekerasan ini bukanlah bencana bagi kita.

Bacaan kedua, Memikirkan perkara “yang di atas”.

Perkara di atas (rohani) adalah perkara-perkara yang mendasar bagi kehidupan di dunia ini. Misal, kalau kita menyadari bahwa roh kita kekal dan satu hari kelak kita harus mempertanggungjawabkan kehidupan kita kepada Tuhan, maka kesadaran itu akan mempengaruhi cara hidup, gaya hidup, tingkah laku, perkataan, dan pikiran kita.

Paulus berkata, karena kita sudah dibangkitkan bersama Kristus, kita harus memikirkan perkara-perkara di atas (ayat 1-2). Kita sudah disatukan dengan Kristus bersama kematian-Nya (ayat 3), maka pikiran dan hati kita harus disesuaikan dengan pikiran dan hati Kristus. Di sini ada proses identifikasi diri dengan Kristus. Hidup kita hanya untuk menyenangkan hati Allah, dan melakukan kehendak Allah, yaitu hal-hal yang mulia dan bernilai kekal.

Identifikasi diri dengan Kristus harus mewujud dalam transformasi hidup. Yaitu, perubahan hidup dari hidup duniawi — semua perbuatan hawa nafsu yang mendatangkan murka Allah (ayat 5-7), dan semua karakter berdosa yang tidak pantas dilakukan oleh orang kudus (ayat 8-9) — menjadi hidup baru, yang rohani, yang terus menerus diperbaharui semakin menyerupai gambar Allah (ayat 10). Dunia modern semakin menawarkan kegemerlapan dunia malam (dugem) yang penuh dengan pelampiasan hawa nafsu yang menjijikkan. Itulah dunia masa kini yang harus kita jauhi.

Anak Tuhan harus melakukan proses identifikasi diri dengan Kristus terus menerus dengan cara berdoa dan membaca firman. Hidup kita juga harus ditransformasi terus menerus, dengan menolak melakukan berbagai perbuatan jahat dan digantikan terus menerus dengan perbuatan baik.

Bacaan II, 1Kor 5:6b-8 (alternative)

Berdukacitalah!

Kondisi jemaat di Korintus sangat memprihatinkan! Ada di antara warga jemaat itu yang melakukan dosa memalukan yang bahkan orang kafir pun tidak melakukannya. Dosa yang dilakukan ialah zinah dengan ibu tiri sendiri. Para pelakunya memang menyebut diri orang Kristen dan anggota jemaat, tetapi pasti mereka tidak mengasihi Tuhan dan jemaat-Nya. Perbuatan yang merusak kesaksian dan melemahkan iman jemaat itu tentu tidak dilakukan orang yang sungguh mengasihi Tuhan. Paulus sangat terpukul oleh kebobrokan tersebut, namun jemaat Korintus sendiri malah berbangga (ayat 2). Mereka bangga karena menganggap bahwa sikap menerima orang-orang yang melakukan percabulan dalam persekutuan sebagai suatu kemajuan. Bangga akan dosa adalah suatu kemunduran. Seharusnya jemaat berdukacita dan bertindak!

Basmi Dosa! Bila dibiarkan, dosa akan seperti ragi yang berpengaruh cepat ke seluruh jemaat. Dosa bukan hanya membinasakan pelakunya tetapi seluruh jemaat juga akan tercemar. Mereka akan terbiasa dengan dosa sehingga akhirnya tidak takut lagi berbuat dosa. Karena itu dosa harus dibenci, orang yang berdosa harus didisiplin. Disiplin yang dijatuhkan kepada orang berdosa itu adalah bukti bahwa jemaat mengasihinya. Disiplin gerejawi dijalankan demi menjaga kekudusan warga jemaat secara pribadi dan seluruh jemaat. Tidak mudah memang menjalankan disiplin, terlebih masa kini, tetapi tindakan itu harus karena penting. Tuhan menghukum bukan untuk menghancurkan tetapi untuk memulihkan dan memurnikan orang yang dikasihi-Nya.

Renungkan: Hanya hidup yang tanpa ragi dosa yang bisa mengalami suasana pesta rohani dalam hadirat Allah yang kudus, murni, tanpa cela.

Doa: Tuhanku, tolong kami untuk saling memperhatikan dan mengasihi sedemikian rupa hingga kami berani menolak dosa sahabat kami dan membawa mereka balik kepadaMu.

Injil hari ini (Pagi)

Tuhan yang diambil orang.

Tuhan yang tidak bangkit atau tuhan yang mati adalah tuhan yang diambil orang. Itulah tuhannya Maria Magdalena. Suatu kesimpulan yang sangat mustahil sebenarnya, sebab kubur itu disegel dan dijaga tentara elit Romawi, dan tidak mungkin orang mencuri mayat Yesus sedangkan kain pembungkus tubuh dan kepala jenazah Tuhan Yesus ditinggalkan dalam keadaan tetap utuh seperti semula. Bila Maris Magdalena berkesimpulan seperti itu, adalah wajar sebab ia sangat mencintai Yesus karena ia mendapat terlalu banyak dari Yesus. Tetapi ternyata kasih yang dalam kepada Yesus, tanpa kebangkitan Yesus tidak cukup, atau kasih yang sia-sia. Kasih tanpa kebangkitan adalah kasih yang menuntun orang kepada kecemasan, kegelisahan, dan kepanikan. Kasih yang bisa sampai pada kesimpulan “Tuhan kami diambil orang”. Sebaliknya, kasih yang disertai kebangkitan Kristus adalah kasih yang menghadirkan rasa tenang, aman, sebab panjar sudah diberikan, atau asuransi sudah digenggam dalam tangan. Apakah Tuhan kita adalah Tuhan yang bangkit, ataukah Tuhan kita adalah Tuhan yang diambil orang?

Kubur yang kosong. Kekuatan terdahsyat yang tak dapat dipungkiri maupun dielakkan adalah ketika kematian ditaklukkan-Nya. Kubur yang kosong membuktikan bahwa Sang Hidup tak dapat dikalahkan maut, sebaliknya maut dipecundangi-Nya. Kebangkitan Kristus membuktikan kebenaran ucapan-ucapan-Nya tentang diri-Nya dan tentang maksud kematian-Nya yaitu memberikan nyawa-Nya untuk tebusan nyawa kita dari kuasa dosa dan kuasa maut. Fakta kubur kosong, kebangkitan Kristus mampu mengangkat seluruh keberadaan kita hingga hidup yang berat dan serba tak menentu sekarang ini dapat kita jalani dan isi dengan pertolongan kuasa kebangkitan-Nya.

Renungkan: Tak dapat dipungkiri bahwa kita kerap menjadi seperti Maria Magdalena dan Petrus yang merasa hidup seolah hampa, semangat luruh menjadi letih lesu. Tetapi kemenangan Kristus merupakan dasar untuk keselamatan kekal kita.

Paskah 2020
Paskah 2020

Kalender Liturgi Minggu 05 April 2020| Minggu Palma| Mengenangkan Sengsara Tuhan

Kalender Liturgi Minggu 05 April 2020,Minggu Palma (Mengenangkan Sengsara Tuhan)

Bacaan I: Mat 21:1-11 & Yes 50:4-7

Pemberkatan Daun Palma dan Perarakan.

BACAAN SEBELUM PERARAKAN: Mat 21:1-11

Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.

Inilah Injil Yesus Kristus Menurut Matius:

Dalam perjalanan ke Yerusalem, ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun,Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan,”Pergilah ke kampung yang di depanmu itu.Di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat,dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Jikalau orang menegur kamu, katakanlah ‘Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya’.”

Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu!Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

Maka pergilah kedua murid itu, dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka,dan Yesus pun naik ke atasnya.Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan;ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon dan menyebarkannya di jalan.Dan orang banyak yang berjalan di depan dan di belakang Yesus berseru,”Hosana bagi Anak Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!Hosana di tempat yang mahatinggi!”

Ketika Yesus masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu,dan orang berkata, “Siapakah orang ini?”Dan orang banyak itu menyahut,”Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”

BACAAN PERTAMA PADA PERAYAAN EKARISTI : Yes 50:4-7

“Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai,karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.”

Pembacaan dari Kitab Yesaya:

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid,supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukuli aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabuti janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.

Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.

Mazmur Tanggapan:Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24

Ref:Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan daku?

  • Semua yang melihat aku mengolok-olok; mereka mencibirkan bibir dan menggelengkan kepala! Mereka bilang, “Ia pasrah kepada Allah! Biarlah Allah yang meluputkannya, biarlah Allah melepaskannya!Bukankah Allah berkenan kepadanya?”
  • Sekawanan anjing mengerumuni aku,gerombolan penjahat mengepung aku,mereka menusuk tangan dan kakiku.Segala tulangku dapat kuhitung.
  • Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka,dan membuang undi atas jubahku. Tetapi Engkau, Tuhan, janganlah jauh;ya kekuatanku, segeralah menolong aku!
  • Maka aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat:Hai kamu yang takut akan Tuhan, pujilah Dia,hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia!Gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!

Bacaan II:Flp 2:6-11

Yesus Kristus telah merendahkan diri;maka Allah sangat meninggikan Dia.

Saudara-saudara,walau dalam rupa Allah,Kristus Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri,dan mengambil rupa seorang hamba,dan menjadi sama dengan manusia.Dan dalam keadaan sebagai manusia,Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati,bahkan sampai mati di kayu salib.Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama,supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, yang ada di atas bumi dan di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapasegala lidah mengaku ‘Yesus Kristus adalah Tuhan!’

Bait Pengantar Injil:Flp 2:8-9

Kristus sudah taat bagi kita;Dia taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama.

Bacaan Injil:Mat 26:14-27:66

Sekali peristiwa,pergilah seorang dari keduabelas murid Yesus, yaitu yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata kepada mereka, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari Hari Raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata,”Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”Jawab Yesus, “Pergilah ke kota, kepada si Anu, dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru:Waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”Lalu murid-murid melakukan seperti apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka,dan mempersiapkan Paskah.

Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya,”Bukan aku, ya Tuhan?” Yesus menjawab, “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia,tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan! Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!”
Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut,”Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya, “Engkau telah mengatakannya.”

Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya, lalu memberikannya kepada para murid-Nya seraya berkata,”Ambillah dan makanlah,inilah tubuh-Ku.”Sesudah itu Ia mengambil cawan,mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka seraya berkata,”Minumlah, kamu semua, dari cawan ini! Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Aku berkata kepadamu: Mulai saat ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya yang baru bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.”

Sesudah menyanyikan lagu pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
Maka berkatalah Yesus kepada mereka, “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba akan tercerai-berai.Akan tetapi sesudah bangkit,Aku akan mendahului kamu ke Galilea.”Petrus menjawab,”Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau,
aku sekali-kali tidak!”Yesus berkata kepadanya,”Aku berkata kepadamu,sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok,engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”Kata Petrus kepada-Nya,”Sekalipun harus mati bersama-sama Engkau,aku takkan menyangkal Engkau.”Semua murid yang lain pun berkata demikian juga.

Maka sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani.Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,”Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”Yesus membawa Petrus, dan kedua anak Zebedeus serta-Nya.Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,lalu kata-Nya kepada mereka,”Hati-Ku sangat sedih,seperti mau mati rasanya!Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah bersama Aku.”Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya,”Ya Bapa-Ku, sekiranya mungkin,biarlah cawan ini berlalu dari pada-Ku,tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki,melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”Setelah itu Yesus kembali kepada murid-murid-Nya,dan mendapati mereka sedang tidur.Maka Yesus berkata kepada Petrus, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan! Roh memang penurut, tetapi daging ini lemah!”Lalu Yesus pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, “Ya Bapa-Ku, jikalau cawan ini tidak dapat lalu kecuali kalau Kuminum,jadilah kehendak-Mu!” Dan ketika kembali pula,Ia mendapati murid-murid-Nya sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Yesus membiarkan mereka, lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya, dan Ia mengucapkan doa yang sama. Sesudah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka, “Tidurlah sekarang, dan istirahatlah! Lihat, saatnya sudah tiba Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”

Waktu Yesus masih berbicara, datanglah Yudas, salah seorang dari keduabelas murid Yesus, dan bersama-sama dia datang pula serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung; mereka itu suruhan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.

Orang yang menyerahkan Yesus telah memberitahukan tanda ini kepada mereka, “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah!” Segera Yudas maju mendapatkan Yesus dan berkata, “Salam, ya Rabi!” Lalu ia mencium Yesus. Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. Tetapi salah seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangan, menghunus pedang, dan menetakkannya kepada hamba Imam Agung, sehingga putuslah telinganya. Maka kata Yesus kepadanya, “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, ia akan binasa oleh pedang.Atau kausangka, Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat untuk membantu Aku? Tetapi kalau begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian?”

Lalu Yesus berkata kepada orang banyak itu, “Sangkamu Aku ini penyamun, sehingga kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Akan tetapi semua ini terjadi supaya genaplah apa yang tertulis dalam kitab nabi-nabi.”Lalu semua murid meninggalkan Yesus dan melarikan diri.

Sesudah menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Agung. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua.Petrus mengikuti Yesus dari jauh, sampai masuk ke halaman Imam Agung. Setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.

Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama, mencari kesaksian palsu terhadap Yesus,supaya Ia dapat dihukum mati. Tetapi mereka tidak memperolehnya,walaupun tampil banyak saksi dusta.Akhirnya tampillah dua orang, yang mengatakan,”Orang ini berkata:Aku dapat merobohkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.” Lalu Imam Agung itu berdiri dan berkata kepada Yesus, “Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Agung itu kepada-Nya, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau atau bukan?” Jawab Yesus, “Engkau telah mengatakannya. Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Maka Imam Agung itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata, “Ia menghujat Allah! Untuk apa kita cari saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapatmu?” Mereka menjawab, “Ia harus dihukum mati!”

Lalu mereka meludahi wajah Yesus dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia dan berkata, “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?” Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, dan berkata, “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.” Tetapi Petrus menyangkalnya di depan semua orang, katanya, “Aku tidak tahu apa yang engkau maksud!” Ketika Petrus pergi ke pintu gerbang, seorang perempuan lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ, “Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.” Dan Petrus menyangkalnya pula dengan bersumpah, “Aku tidak kenal orang itu!” Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata, “Pasti engkau pun salah seorang dari mereka! Ini jelas dari bahasamu!” Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah, “Aku tidak kenal orang itu!” Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya, “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedih.

Ketika hari mulai siang,semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul, dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus.Mereka membelenggu Dia, lalu menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.

Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Yesus melihat,bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan kaum tua-tua sambil berkata, “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka, “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” Maka Yudas pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata, “Tidak boleh memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah!” Sesudah berunding, mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya sampai hari ini tanah itu disebut Tanah Darah. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk satu orang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.”

Lalu Yesus dihadapkan kepada walinegeri, yakni Pilatus. Dan walinegeri bertanya kepada Yesus, “Benarkah Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus, “Engkau sendiri mengatakannya!” Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap diri-Nya, Yesus tidak memberi jawab apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya, “Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” Tetapi Yesus tidak menjawab sepatah kata pun, sehingga walinegeri itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi walinegeri untuk membebaskan seorang hukuman pada tiap-tiap hari raya atas pilihan orang banyak. Pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya,namanya Barabas. Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus bertanya kepada mereka, “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?” Pilatus sebenarnya tahu bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya, “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab dalam mimpi tadi malam
aku sangat menderita karena Dia.”

Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan kaum tua-tua, orang banyak bertekad meminta supaya Barabas dibebaskan, dan Yesus dihukum mati. Walinegeri menjawab dan bertanya lagi kepada mereka, “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka, “Barabas!” Kata Pilatus kepada mereka,”Kalau begitu,apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?”Mereka semua berseru, “Ia harus disalibkan!”Kata Pilatus,”Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?”Namun semakin keras mereka berteriak, “Ia harus disalibkan!”Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia,malah sudah mulai timbul kekacauan,ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak,seraya berkata,”Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini!Itu urusan kamu sendiri!”Dan seluruh rakyat itu menjawab,”Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami
dan atas anak-anak kami!”Lalu Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka,tetapi Yesus disesahnya,lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Serdadu-serdadu walinegeri membawa Yesus ke gedung pengadilan,lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul di sekeliling Yesus.Mereka menanggalkan pakaian Yesus dan mengenakan jubah ungu pada-Nya.Mereka menganyam sebuah mahkota duri,dan menaruhnya di atas kepala Yesus,lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya.Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, “Salam, hai Raja orang Yahudi!”Mereka meludahi-Nya, dan mengambil buluh itu, dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya, dan mengenakan kembali pakaian-Nya sendiri. Kemudian mereka membawa Yesus ke luar untuk disalibkan.

Ketika berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan orang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.

Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota,artinya: Tempat Tengkorak.Lalu mereka memberi Yesus minum anggur bercampur empedu.Setelah mengecapnya, Yesus tidak mau meminumnya.

Sesudah menyalibkan Yesus,para serdadu membagi-bagi pakaian Yesus dengan membuang undi.Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. Di atas kepala Yesus terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: “Inilah Yesus Raja orang Yahudi.”

Bersama Dia disalibkan dua orang penyamun,seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.Orang-orang yang lewat di sana menghujat Yesus,dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata, “Hai Engkau yang mau merobohkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu! Jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib!” Demikian juga imam-imam kepala bersama ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Yesus dan berkata, “Orang lain Ia selamatkan,
tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!Dia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib, dan kami akan percaya kepada-Nya! Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: biarlah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata, ‘Aku adalah Anak Allah’.”Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama dengan Yesus, mencela-Nya demikian juga.

Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring,”Eli, Eli, lama sabakhtani? Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata,”Ia memanggil Elia!”Dan segera mendekatlah seorang dari mereka;ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam,lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi orang-orang lain berkata, “Jangan, baiklah kita lihat,apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.” Yesus berseru pula dengan suara nyaring, lalu menyerahkan nyawa-Nya.

–Semua hening sejenak merenungkan wafat Tuhan–

Dan lihatlah,tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah,dan terjadilah gempa bumi. Bukit-bukit batu terbelah, kubur-kubur terbuka,dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.Dan sesudah kebangkitan Yesus,mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus,dan menampakkan diri kepada banyak orang.

Ketika menyaksikan gempa bumi dan apa yang telah terjadi,kepala pasukan dan prajurit-prajurit yang menjaga Yesus lalu berkata, “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah.”

Ada pula di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh,yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.Di antara mereka terdapat Maria Magdalena,Maria ibu Yakobus dan Yusuf,dan ibu anak-anak Zebedeus.

Menjelang malam,datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf,yang telah menjadi murid Yesus juga.Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta jenazah Yesus.Pilatus memerintahkan supaya jenazah Yesus diserahkan kepadanya. Yusuf pun mengambil jenazah itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru,yang digalinya di dalam bukit batu. Sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ,duduk di depan kubur.Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan,datanglah imam-imam kepala bersama orang-orang Farisi menghadap Pilatus. Kata mereka kepada Pilatus,”Tuan, kami ingat,bahwa si penyesat itu, sewaktu hidup-Nya berkata:Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga;jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang mencuri Dia,lalu mengatakan kepada rakyat:Ia telah bangkit dari antara orang mati. Penyesatan yang terakhir ini akan lebih buruk akibatnya
daripada yang pertama.”Kata Pilatus kepada mereka,”Ini penjaga-penjaga bagimu,pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.”Maka pergilah mereka,dan dengan bantuan penjaga-penjaga itumereka memeterai kubur Yesus dan menjaganya.

Demikianlah Injil Tuhan.

ATAU BACAAN INJIL SINGKAT: Mat 27:11-54

Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matius:

Sesudah ditangkap dan dihadapkan ke Mahkamah Agama Yahudi,Yesus lalu dihadapkan kepada walinegeri, yakni Pilatus.Dan walinegeri bertanya kepada Yesus,”Benarkah Engkau raja orang Yahudi?”Jawab Yesus, “Engkau sendiri mengatakannya!”

Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap diri-Nya,Yesus tidak memberi jawab apa pun.Maka kata Pilatus kepada-Nya,”Tidakkah Engkau dengar betapa banyak tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”Tetapi Yesus tidak menjawab sepatah kata pun,sehingga walinegeri itu sangat heran.

Telah menjadi kebiasaan bagi walinegeri untuk membebaskan seorang hukuman pada tiap-tiap hari raya atas pilihan orang banyak.Pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya namanya Barabas. Karena mereka sudah berkumpul di sana,Pilatus berkata kepada mereka,”Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Barabas atau Yesus yang disebut Kristus?”Pilatus sebenarnya tahu bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya,”Jangan engkau mencampuri perkara Orang benar itu, sebab dalam mimpi tadi malam aku sangat menderita karena Dia.”

Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua,orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.Walinegeri menjawab dan bertanya lagi kepada mereka,”Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?”Kata mereka, “Barabas!”Kata Pilatus kepada mereka, “Kalau begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru, “Ia harus disalibkan!”Kata Pilatus,”Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?”Namun semakin keras mereka berteriak, “Ia harus disalibkan!”Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia,malah sudah mulai timbul kekacauan,ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak seraya berkata,”Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini!Itu urusan kamu sendiri!”Dan seluruh rakyat itu menjawab,”Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!” Lalu Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka,tetapi Yesus disesahnya, lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Serdadu-serdadu walinegeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus.Mereka menanggalkan pakaian Yesus dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri, dan menaruhnya di atas kepala Yesus,lalu memberi Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, “Salam, hai raja orang Yahudi!”Mereka meludahi-Nya,lalu mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.Sesudah mengolok-olokkan Dia,mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya,dan mengenakan kembali pakaian-Nya sendiri.

Kemudian mereka membawa Yesus ke luar untuk disalibkan. Ketika berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon.Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.

Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Yesus minum anggur bercampur empedu;setelah mengecapnya, Yesus tidak mau meminumnya.

Sesudah menyalibkan Yesus,para serdadu membagi-bagikan pakaian Yesus dengan membuang undi.Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia.Di atas kepala Yesus terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum:Inilah Yesus Raja orang Yahudi.

Bersama dengan Yesus disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.Orang-orang yang lewat di sana menghujat Yesus,dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata,”Hai Engkau yang mau merobohkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu! Jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib!”Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Yesus dan berkata,”Orang lain Ia selamatkan,tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Dia Raja Israel?Baiklah Ia turun dari salib,dan kami akan percaya kepada-Nya.Ia menaruh harapan-Nya pada Allah;biarlah Allah menyelamatkan Dia,jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata, Aku adalah Anak Allah.” Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama dengan Yesus mencela-Nya demikian juga.

Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring,”Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata,”Ia memanggil Elia!”Dan segera mendekatlah seorang dari mereka;ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam,lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.Tetapi orang-orang lain berkata,”Jangan, baiklah kita lihat,apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.”Yesus berseru pula dengan suara nyaring,lalu menyerahkan nyawa-Nya.

—Semua hening sejenak merenungkan wafat Tuhan—

Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi.Bukit-bukit batu terbelah, kubur-kubur terbuka,dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus,mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus,dan menampakkan diri kepada banyak orang.

Ketika menyaksikan gempa bumi dan apa yang telah terjadi, kepala pasukan dan prajurit-prajurit yang menjaga Yesus lalu berkata,”Sungguh, Orang ini adalah Anak Allah!”

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Bacaan I: Mat 21:1-11 & Yes 50:4-7Mazmur Tanggapan: Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24Bacaan II: Flp 2:6-11Bait Pengantar Injil: Flp 2:8-9Bacaan Injil: Mat 26:14-27:66
Bacaan Injil: Mat 26:14-27:66

 

 

Bacaan dan Renungan Rabu 26 Februari 2020| Rabu Abu

Kalender Liturgi Rabu,26 Februari  2020, Rabu Abu

Bacaan I : Yoel 2:12-18

“Koyakkanlah hatimu, dan janganlah pakaianmu..”

2:12 “Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman TUHAN, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” 2:13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. 2:14 Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu. 2:15 Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; 2:16 kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah penganten laki-laki keluar dari kamarnya, dan penganten perempuan dari kamar tidurnya; 2:17 baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: “Sayangilah, ya TUHAN, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?” 2:18 TUHAN menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan kepada umat-Nya.

Mazmur 51:3-6a.12-14-17; Ul: 3a, do = f, 3/4, PS 813

Ref. Mohon ampun kami orang berdosa.

  • Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu, hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan tahirkanlah aku dari dosaku!
  • Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
  • Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam diriku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil Roh-Mu yang kudus dari padaku!
  • Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu!

Bacaan II : 2Korintus 5:20 – 6:2

“Berilah dirimu didamaikan dengan Allah, sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan.”

5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. 5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. 6:1 Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima. 6:2 Sebab Allah berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Ayat. Jangan kautegarkan hatimu; dengarkanlah suara Tuhan pada hari ini.

Bacaan Injil : Matius 6:1-6.16-18

Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau.”

6:1 “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. 6:2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. 6:4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. 6:5 Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. 6:16 “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, 6:18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Renungan :

“Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman TUHAN, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu” (Yl 2:12-14)

Selama masa Prapaskah kita diharapkan mawas diri, terutama atau lebih-lebih apa yang ada di dalam hati kita. Kiranya yang mengetahui isi hati saya adalah saya sendiri, sedangkan orang lain hanya menduga-duga saja. “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan”, demikian peringatan bagi kita semua. Memang apa yang ada dalam hati kita, yang kemudian muncul dalam pikiran, yang menentukan cara hidup dan cara bertindak kita, maka bukalah, koyakkan hati anda, agar anda sendiri juga mengetahui dengan benar dan tepat apa yang ada di dalam hati anda.

Mazmur, Pertobatan Sejati.

Dampak dosa adalah kehancuran yang luar biasa bagi semesta kehidupan. Wajah murka Allah menerpa kita dalam ketidakbahagiaan, derita lahir batin yang berpuncak pada kematian kekal. Sedangkan, wajah kasih Allah yang sebenarnya menjamin hidup tenteram seolah asing, tidak dikenal, sebab pikiran kita terselubung dosa. Hanya dengan hati yang hancur, dan penyesalan dosa, kesempatan memperoleh berkat pengampunan Allah terbuka kembali.

Roh Tuhan Berkarya. Siapakah manusia sehingga kasih dan kesetiaannya dapat bertara dengan Allah? Kesetiaan dan ketaatan manusia selalu dibayangi oleh kerentanan terhadap godaan dosa. Namun bukan tidak mungkin perjanjian damai sejahtera Allah dengan manusia terjalin sepanjang masa. Sekali lagi kasih Allah dinyatakan. Ia memberikan Roh-Nya yang kudus (ayat 12-13); sehingga kita beroleh kekuatan, ketabahan, ketekunan, penghiburan dan pembaharuan hidup untuk setia kepada Allah. Dosa membuat hidup penuh tekanan dan kesedihan. Sebaliknya, kesungguhan untuk bertobat dan keterbukaan hati menyambut uluran tangan Roh Allah, membangkitkan harapan dan kegirangan hidup.

Renungkan: Kristus menanggung kehancuran di salib, agar setiap kehancuran hidup kita dapat disembuhkan-Nya.

Bacaan II, Di dalam doa malam, doa harian, ada ‘pemeriksaan batin/hati’, yang berarti kita diharapkan setiap hari memeriksa hati atau batin kita masing-masing. Dalam hati kita pasti ada yang baik dan buruk, namun pada umumnya lebih banyak apa yang baik daripada apa yang buruk. Maka pertama-tama hendaknya dicari dan ditemukan apa-apa yang baik yang ada di dalam hati kita, agar dengan demikian kita memiliki kekuatan dan keberanian untuk melihat dan mengakui apa yang buruk yang ada di dalam hati kita. Hendaknya kita tidak takut dan tidak malu mengakui apa yang buruk yang ada di dalam hati kita, toh kiranya kita semua tidak ada satu pun yang sungguh memiliki hati bersih dan jernih, karena kita adalah orang-orang yang lemah dan rapuh.

Kesadaran dan penghayatan diri sebagai yang lemah, rapuh dan berdosa rasanya identik dengan kesadaran dan penghayatan diri sebagai yang sungguh beriman, mengingat dan memperhatikan bahwa iman merupakan anugerah Allah, dan kita sungguh beriman berarti menerima anugerah Allah melimpah ruah.

“Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (2Kor 5:20-21),

demikian kesaksian iman Paulus. Kesaksian iman Paulus ini kiranya dapat menjadi teladan dan cermin bagi kita semua.

“Dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”, inilah kiranya yang baik kita renungkan atau refleksikan. Jika ada yang benar dan baik dalam diri kita tidak lain adalah terutama karena Allah, buah  jerih payah atau usaha kita, dan kita hanya pekerjasama yang lemah dan rapuh. Kami berharap dalam aneka kegiatan selama masa Prapaskah kita semakin memahami dan menghayati kebenaran tersebut, dan akhirnya kita juga dapat berkata seperti Paulus “Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami”. Jika kita mampu menasihati saudara-saudari kita tidak lain karena Allah dan kita hanyalah perantara atau penyalur kehendak dan sabda Allah, maka semakin bijak seseorang pada umumnya yang bersangkutan juga semakin rendah hati, lemah lembut.

Injil hari ini,

Sikap mental liturgis atau formalistis rasanya masih menjiwai banyak orang masa kini, yaitu melakukan sesuatu agar dilihat dan dipuji orang, tentu saja sesuatu tersebut baik adanya. Hal yang senada adalah mereka yang senantiasa menyombongkan diri dengan ijasah atau gelar yang dimilikinya. Berbuat baik agar dilihat dan dipuji orang antara lain terjadi ketika berpartisipasi dalam gerakan social untuk membantu korban bencana alam seperti banjir, gempa bumi dst.., maka orang begitu mengedepankan seragam atau bendera organisasi sementara itu pelayanan dalam gerakan social tersebut layak dipertanyakan.

Sabda Yesus hari ini mengingatkan kita semua agar “Jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu di sorga”. Marilah peringatan ini kita renungkan dan tanggapi secara positif dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari. Ketika hendak berbuat baik kepada orang lain atau melaksanakan tugas-kewajiban, buatlah atau laksanakanlah tanpa memperhitungkan apakah akan dilihat dan dipuji orang atau tidak, dengan demikian kita akan sungguh menjadi diri pribadi yang dewasa dan bertanggungjawab, alias tidak kekanak-kanakan. Berbuat baik atau melakukan tugas kewajiban hemat kami merupakan ‘value of being’, artinya bernilai pada dirinya sendiri serta memantapkan jati diri kita masing-masing; berbuat baik dan melakukan tugas-kewajiban merupakan cara hidup dan cara bertindak kita sebagai orang beriman, maka entah dilihat atau  tidak dilihat orang lain hendaknya kita tetap setia untuk berbuat baik dan melakukan tugas-kewajiban seoptimal dan sebaik mungkin.

Apa yang mau dikatakan Yesus kepada kita? Ketika kita melakukan sebuah perbuatan kasih, seperti memberi sedekah, berdoa dan berpuasa, semuanya itu untuk kemulian Tuhan. Kita tidak melakukannya untuk memperoleh popularitas diri. Hanya orang-orang Farisi modern yang mudah bercerita kepada siapa saja sumbangan pikiran dan material kepada seseorang atau kelompok lain sambil menepuk dada dan bangga, dan lupa bahwa semuanya berasal dari Tuhan. Yesus sendiri sudah mengatakan: “Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” (Mat 5:16). Sabda Tuhan hari ini mengoreksi egoisme dan kesombongan kita dalam hal melakukan sebuah perbuatan baik. Semua yang kita lakukan itu semata-mata untuk kemuliaan Tuhan dan keselamatan jiwa-jiwa.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami sepanjang hari ini untuk dapat mengasihi seperti Engkau sendiri telah mengasihi kami. Tuhan Yesus, kami ingin memasuki tempat doa yang tersembunyi agar kami dapat sungguh-sungguh mengenal Engkau. Ubahlah diri kami oleh kasih-Mu agar kebenaran-Mu dapat mengalir melalui segala sesuatu yang kami lakukan. Amin. (Lucas Margono)

26 FEB 2020

Bacaan dan Renungan Kamis 25 Januari 2020| Pesta Bertobatnya St. Paulus, Rasul

Kalender Liturgi, Sabtu 25 Januari 2020

Bacaan I : Kis 22:3-16

Bangunlah, berilah dirimu dibaptis,dan berserulah kepada nama Tuhan,maka dosa-dosamu dihapuskan.

22:3 “Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. 22:4 Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. 22:5 Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum. 22:6 Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. 22:7 Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? 22:8 Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. 22:9  Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar. 22:10  Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu. 22:11 Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. 22:12 Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. 22:13 Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. 22:14 Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. 22:15 Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. 22:16 Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!

Mazmur 117:1.2, (do-f, 4/4 PS No. 827)

Refren : Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!

Ayat. (Mzm 117:1.2; Ul: Mrk 16:15)

  • Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
  • Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya, alleluya, alleluia

Ayat. (Yoh 15:16)

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.

Bacaan Injil : Mrk 16:15-18

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil.”

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Renungan :

Apa yang Engkau kehendaki aku perbuat?

Sebagai orang Kristen kita tentu mengenal rasul Paulus. Selama tiga puluh tahun setelah peristiwa Pentakosta, Paulus yang pada saat itu bernama Saulus menganiaya orang-orang Kristen di Yerusalem.  Dia mendapat izin dari Imam Besar untuk menganiaya orang-orang Kristen.  Suatu ketika ia pergi ke Damsyik untuk menangkap orang-orang Kristen di sana. Ketika dalam perjalanan menuju ke Damsyik ia dihadang oleh Yesus dengan suatu pancaran cahaya ajaib dari langit, yang membutakan matanya. Paulus rebah ke tanah dan Yesus berkata:” Saulus-Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Akulah Yesus yang kau aniaya itu.”

Lewat sapaan ilahi ini, Paulus bertanya kepada Yesus, Tuhan, apa yang Engkau kehendaki aku perbuat? Kata-kata ini meluncur dari hati Paulus yang dahulu keras bagai batu, namun berubah jadi lembut berkat sapaan ilahi. Komunikasi tak terduga dengan Yesus, mengubah Paulus menjadi saksi dan pewarta Injil yang luar biasa. Dia menjadi orang besar, pewarta, dan rasul di tengah kaum kafir. Kini dia menjadi saksi bagi semua orang di seluruh dunia. Dalam 1 Kor 15:9-10 rasul Paulus berkata:” Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku”.

Paulus menekankan bahwa ia adalah seorang Yahudi sejati. Ia terlahir sebagai seorang Yahudi. Ia mengenyam pendidikan dari Gamaliel (3), seorang rabi yang terkenal dan sangat dihormati pada masa itu! Memang benar, Paulus dulu memburu pengikut Yesus. Itulah semangat yang juga dimiliki oleh massa pada saat itu. Sebab itu, ia coba mengidentifikasikan dirinya seperti mereka. Namun saat itu ia telah menjadi pengikut Kristus (5, 16, 19)! Walau demikian, Allah yang dia sembah tidak berbeda dengan Allah yang sebelumnya dia bela! Dialah Mesias yang telah dinubuatkan oleh para nabi pada zaman nenek moyang mereka. Jadi sesungguhnya, Paulus tidak murtad dari iman nenek moyangnya. Pengenalannya akan Yesus dan misinya kepada bangsa-bangsa lain, juga bukan lahir dari dirinya sendiri. Itu dinyatakan kepada dia melalui intervensi Ilahi (15-21) saat akan pergi ke Damsyik untuk menangkap pengikut Tuhan.

Pada pesta pertobatan Rasul Paulus ini, marilah kita semakin menyadari bahwa rencana Allah lebih indah dari rencana siapa pun di dunia ini. Kalau Dia menghendaki kita menjadi saksi-Nya, Dia juga akan menangkap kita seperti yang dialami oleh rasul Paulus. Ketika kita telah ditangkap-Nya dengan rahmat Ilahi-Nya kita juga harus menjadi saksi, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan untuk kita perbuat.

Mazmur, Pujian bagi Tuhan

Ada saat untuk menaikkan puji-pujian yang sarat dengan kebenaran teologis. Ada juga saat untuk menaikkan puji-pujian yang kental dengan kehangatan kasih kepada Tuhan. Pujian jenis yang pertama biasanya berisi syair yang panjang yang melaluinya kita merenungkan kebenaran- kebenaran yang membuat kita memuliakan Allah. Pujian jenis yang kedua sebagaimana yang nyata dalam mazmur ini: singkat, padat, kental emosi, dan dengan mudah dapat didengarkan.

Kedua ciri pujian ini perlu kita kembangkan seimbang agar kualitas ibadah dan kerohanian kita semarak dan mantap. Meski singkat tidak berarti tidak ada sentralitas teologis penting di dalam mazmur ini! Ada dua unsur inti, yaitu ajakan untuk memuji Tuhan yang ditujukan kepada semua bangsa (1), dan dasar sekaligus isi pujian tersebut kepada Allah. Inilah yang membentuk inti dari puji-pujian yang benar di hadapan Tuhan, yang perlu kita jadikan pola juga bagi puji-pujian kita (2).

Undangan ini ditujukan kepada segala bangsa dan suku bangsa (bhs. Ibrani menggunakan dua istilah berbeda). Ini petunjuk bahwa pemazmur menulis mazmur ini dengan kesadaran akan hadirnya suku-suku bangsa lain di tengah-tengah Israel, yang membuat Israel makin peka akan misinya kepada bangsa-bangsa lain. Kepekaan misi dalam ujud meng-ajak semua bangsa dan semua kaum memuji Tuhan bersumber pada keyakinan iman bahwa Allah adalah Allah semua bangsa.

Alangkah indahnya apabila dari keragaman suku, kaum, dan bahasa kita lahir respons pujian memuliakan Allah dengan sehati. Setiap orang Kristen perlu memiliki kerinduan melihat ini sebagai visi hidupnya dan gerejanya. Visi itu hanya dapat digenapi bila misi menyaksikan Kristus kita jalani dengan tekun dan setia.

Injil hari ini, TUHAN, APA YANG ENGKAU KEHENDAKI AKU PERBUAT?

Kesan dan pesan. 

Bagaimana respons para murid mendengar kabar tentang kebangkitan Yesus yang dibawa oleh para perempuan yang baru kembali dari kubur Yesus, dan dari dua orang murid ketika dalam perjalanan menuju Emaus? Mereka tidak mempercayai berita tersebut. Karena ketidakpercayaan itulah maka Yesus menampakkan diri kepada mereka, dan mencela ketidak-percayaan dan kedegilan hati mereka.

Jika kita melihat kedekatan dan kebersamaan para murid dengan Yesus, rasanya mustahil jika mereka tidak mempercayai kebangkitan-Nya. Apa alasan mereka? Menurut Markus hal ini disebabkan oleh perbedaan persepsi tentang model mesias yang mereka nantikan. Murid-murid menantikan Mesias yang memiliki kekuasaan politis yang mampu mengenyahkan musuh-musuh Israel secara politis, dan membangun suatu negara yang damai dan makmur. Persepsi ini membuat mereka tidak siap menerima fakta bahwa Yesus Kristus, sang Mesias harus menderita dan mati. Sebaliknya, konsep Mesias menurut Yesus harus menderita (Mrk 8:34). Model kemesiasan inilah yang tidak dimengerti oleh murid-murid. Walau demikian melalui penampakkan itu mereka diyakinkan. Lalu Yesus mengutus mereka ke seluruh dunia, untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk. Mereka juga diberikan kuasa untuk melakukan tanda-tanda mujizat.

Menarik untuk diperhatikan adalah bahwa kabar sukacita bukan hanya ditujukan kepada manusia, tetapi juga kepada semua makhluk ciptaan-Nya. Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana mereka mengalami Injil? Eksploitasi lingkungan secara tidak bertanggung jawab, pembakaran hutan, pembuangan limbah beracun, dlsb. menunjukkan bahwa berita sukacita itu tidak manusia sampaikan kepada mereka.

Renungkan: Berita Injil semakin samar terdengar. Keadaan ini seharusnya mendorong gereja untuk makin giat memberitakan Injil.

DOA: Tuhan Yesus, betapa besar belas kasih-Mu terhadap para pendosa! Aku sungguh berterima kasih penuh syukur karena oleh Roh Kudus-Mu, Engkau membawa pertobatan dan transformasi mendalam. Buatlah aku agar menjadi seorang kudus, bahkan ketika aku melihat diriku sebagai seorang pendosa besar. Amin. (Lucas Margono)

Pesta Bertobatnya St. Paulus, Rasul
Pesta Bertobatnya St. Paulus, Rasul