Category: Renungan Harian

Bacaan dan Renungan Sabtu 04 April 2020| Masa Prapaskah| PF S.Isidorus

Kalender Liturgi Sabtu, 04 April 2020, Masa Prapaskah V

PF S. Isidorus, Uskup dan Pujangga Gereja

Bacaan I : Yehezkiel 37:21-28

“Aku akan menjadikan mereka satu bangsa.”

37:21 katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. 37:22   Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan. 37:23 Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhalanya atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya. 37:24 Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. 37:25 Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. 37:26 Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. 37:27  Tempat kediaman-Kupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 37:28 Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.”

Mazmur Tanggapan

Ref. Tuhan Allah menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.

Ayat. (Yeremia 31:10.11-1abc.13)

  • Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya.
  • Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.
  • Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Bait Pengantar Injil: Yeh 18:31; do = bes, 4/4, PS 965

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Buanglah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, dan perbaharuilah hati serta rohmu.

Bacaan Injil : Yohanes 11:45-56

“Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.”

11:45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. 11:46 Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. 11:47 Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. 11:48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.” 11:49 Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa, 11:50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.” 11:51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, 11:52 dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. 11:53 Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. 11:54 Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. 11:55 Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. 11:56 Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

Renungan

Harga sebuah persekutuan!

Bacaan I hari ini Nabi Yehezkiel menyatakan bahwa Tuhan menghendaki adanya persekutuan di antara umat kesayanganNya. Nubuatnya dalam bacaan liturgi hari ini mencakup berbagai dimensi kehidupan umat kesayangan Tuhan. Dimensi geografis: “Sungguh, Aku akan menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, kemana pun mereka pergi. Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka.“Dimensi sosiologis: “Aku akan menjadikan mereka satu bangsa yang dipimpin oleh seorang raja dan tidak akan menjadi dua bangsa dan tidak terbagi lagi menjadi dua kerajaan”. Dimensi teologis: “Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhala atau dewa-dewi mereka yang menjijikan. Aku akan melepaskan mereka dari dosa sehingga mereka menjadi umatKu dan Aku menjadi Allah mereka”.Dimensi etis: Dalam upaya pertobatan kepada Allah sangat tergantung pada perjanjian damai yang kekal antara mereka dan Allah. Dimensi Misionaris: Bait Allah di Yerusalem merupakan tanda kehadiranNya di tengah umatNya.

Nubuat Yehezkiel ini mencakup semua aspek kehidupan manusia. Semuanya ini adalah kehendak Tuhan bagi Israel sebagai umat kesayanganNya. Tuhan maharahim. Ia tetap menerima Israel apa adanya. Ia memberikan tempat untuk didiami, menjadikan mereka satu bangsa, menjadikan diriNya sebagai Allah bagi mereka, memberikan mereka anugerah pertobatan dan tetap tinggal bersama mereka. Segala sesuatu yang dimulai oleh Tuhan akan digenapi oleh Tuhan sendiri. Tuhan sungguh menghendaki umatNya menjadi satu bangsa atau satu keluarga. Tentu saja ini hal yang sulit dijangkau. Untuk itu sangatlah diperlukan iman dan kepercayaan kepadaNya. Tuhanlah yang mempersatukan dan Dia juga yang membentuk jalinan persaudaraan dan kekuatan untuk mengasihi.

Allah senantiasa memelihara Israel dalam kesatuan dan kedamaian. Allah ingin agar Israel menjadi bangsa yang kuat bersama Raja Daud yang taat kepada-Nya. Allah ingin selalu hadir di tengah-tengah Israel dan memberkati mereka.

Mazmur, Hari depan yang lebih baik.

Di dunia ini tidak ada yang dapat menandingi kualitas kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Demikian pula tidak ada yang dapat menandingi duka seorang ibu yang kehilangan anak-anaknya. Namun dalam nas mazmur tanggapan hari ini Yeremia menyatakan, para ibu bangsa Yehuda diperintahkan oleh Allah supaya berhenti menangis karena kehilangan anak-anak mereka. Mengapa? Sebab masih ada harapan bagi masa depan mereka. Anak-anak mereka akan kembali. Penderitaan yang mereka alami bukanlah babak akhir bagi mereka, karena kebahagiaan dan kedamaian akan segera menggantikannya.

Firman kepada para ibu Yehuda merupakan bagian dari janji pengharapan yang diberikan kepada bangsa Yehuda. Semua janji Allah itu menyatakan bahwa masa depan mereka sangat cerah. Allah tidak hanya akan mempersatukan mereka kembali namun Allah sendiri yang akan memelihara dan menjaga keamanan mereka setelah dipersatukan, sehingga tidak akan ada lagi musuh yang dapat menghancurkanya (10). Jika Allah adalah gembalanya, apa yang harus ditakutkan oleh domba-domba-Nya. Mereka telah dilepaskan dari penguasa kuat yang menindas dan mengeksploitasinya (11). Kemerdekaan sebuah bangsa merupakan pintu gerbang menuju kebahagiaan di masa depan bagi sebuah bangsa. Apa yang akan terjadi pada taman yang diairi dengan baik? Itulah yang akan terjadi pada Yehuda sebab bukit Sion sudah dipulihkan. Ke sanalah Yehuda akan beribadah. Ke sanalah Yehuda akan menemukan sumber air kehidupan. Karena kebajikan Allah hidup mereka semuanya terjamin baik anak-anak, anak muda, hingga orang tua, baik yang dilayani maupun yang melayani.

Janji Allah ini pasti sebab Allah sendiri yang menjanjikan. Bahkan jika Allah tidak mau atau tidak dapat menepati janji-Nya, maka Nama Allah akan dipertaruhkan, sebab bukankah Ia sendiri sudah menyatakan semuanya bukan saja kepada bangsa Yehuda tapi juga kepada bangsa- bangsa lain di seluruh pelosok dunia (10)? Dialah Allah pengharapan yang pasti bagi masa depan yang lebih baik.

Renungkan: Jika Yehuda yang telah memberontak kepada Allah dijanjikan masa depan yang penuh harapan, lebih-lebih lagi umat Kristen yang sudah dibebaskan dari perbudakan dosa tidakkah hari depan kita juga penuh harapan?

Injil hari ini, Persekutuan Umat Beriman.

Banyak orang percaya kepada Yesus karena Dia melakukan banyak mukjizat. Lebih lagi ketika Lazarus dibangkitkan dari kematian setelah empat hari dikubur. Namun, di antara orang yang percaya, masih ada orang yang tidak percaya. Tidak hanya sampai pada tidak percaya saja, melainkan juga menghasut orang lain untuk tidak ikut-ikutan percaya. Ironisnya, tindakan ini justru dilakukan oleh orang-orang yang menyebut dirinya para imam dan orang Farisi. Sebagai pemimpin rohani umat, seharusnya mereka mengajak pengikutnya untuk memahami fakta kebenaran yang nampak dengan kasat mata, bukan sebaliknya menghasut untuk tidak percaya.

Sikap tidak percaya akan karya Allah bagi bangsa-Nya ini mengakibatkan para imam tiba pada kesepakatan untuk membunuh-Nya. Karena saat-Nya belum tiba, Ia menyingkir dari tempat-tempat umum dan tinggal bersama murid-murid-Nya. Suatu kebenaran tidak secara otomatis dapat diterima baik oleh semua pihak. Segala sesuatu terletak pada tujuan kebenaran itu sendiri. Hanya mereka yang dicelikkan matanya sajalah yang sanggup menerima kebenaran dengan sukacita dan mau hidup menurut kebenaran itu.

Isi dari Injil hari ini berkaitan dengan bacaan I yaitu pesatuan Israel. Upaya mempersatukan umat kesayanganNya menjadi satu persekutuan yang sempurna hanya melalui kematian Yesus Kristus. Untuk menjelaskan rencana Bapa maka Yesus menggunakan Lazarus sebagai tanda. Lazarus telah wafat dan dibangkitkan oleh Yesus. Mujizat besar ini mengundang kontroversi di kalangan para pemimpin Yahudi. Pokok kontroversinya adalah pada ketakutan mereka akan banyaknya orang Yahudi yang menjadi percaya kepadaNya dan akan orang Romawi yang bisa saja datang dan merampas tempat suci mereka di Yerusalem. Tampilnya Kayafas membuka wawasan banyak orang akan kematian Yesus: “Kamu tidak tahu apa-apa! Kamu tidak insyaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa binasa”. Kata-kata Kayfas ini membuat mereka terinspirasi dan mematangkan rencana untuk membunuh Yesus. Penginjil Yohanes yakin bahwa ini juga menjadi kesempatan untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai.

Tuhan mempersatukan anak-anakNya dalam diri Yesus Kristus PuteraNya. Semua orang yang dipercayakan Bapa kepada Yesus menjadi miliki bersama yakni milik Yesus (Sabda) dan Bapa karena Anak dan Bapa hanya satu. Dengan demikian Tuhan senantiasa mendampingi umat kesayanganNya dan mengharapkan agar semuanya menjadi satu. Ini juga yang menjadi Doa imamat Yesus dimana Dia dan Bapa adalah satu dan menghendaki agar semua yang menerima Yesus dan memperoleh pengajaranNya juga menjadi satu (Yoh 17:21).

Sabda Tuhan pada hari ini mau meneguhkan kita untuk membangun persekutuan. Di dalam Gereja memang terdapat persekutuan pribadi-pribadi berdasarkan kategori-kategori tertentu. Misalnya ada persekutuan doa. Persekutuan doa merupakan kumpulan pribadi-pribadi yang memiliki kesadaran bersama untuk saling membantu dalam doa dan bertumbuh dalam satu iman. Kategorinya adalah berdoa bersama. Maka persekutuan doa dapat menjadi sarana untuk saling mempersatukan sebagai sesama dan saling mempersatukan dengan Tuhan sendiri.

Dunia ini menjadi indah ketika semua orang merasa sebagai saudara. Sama seperti nyanyian Daud ini: “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun”. (Mzm 133:1). Tuhan menghendaki persekutuan bukan perpecahan. Kita semua tahu bahwa akibat dosa maka manusia telah terpisah satu sama lain dan terpisah dengan Tuhan. Namun Yesus telah mempersatukan kita semua dengan kematianNya. Mari kita bersatu sebagai saudara dalam Kristus. Kita berjalan bersama menuju kepadaNya.

Allah menjanjikan karya keselamatan bagi dunia yang dikuasai dosa. Allah merealisasikan janji keselamatan ini melalui pribadi Yesus, Putera-Nya. Hidup dan karya Yesus menyentak kenyamanan banyak orang. Yesus menyadarkan mereka untuk segera membarui hidupnya. Pembaruan Yesus ini melalui sengsara dan wafat-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, berikanlah kepadaku sukacita dan ketetapan hati selagi aku berupaya untuk mengikuti-Mu sebagai seorang murid yang setia. Terima kasih, ya Tuhan. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin. (Lucas Margono)

Yoh 11:45-56 Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai.
Yoh 11:45-56 Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai.

 

 

Bacaan dan Renungan Jumat 03 April 2020| Masa Prapaskah V

Kalender Liturgi Jumat 03 April 2020, Masa Prapaskah V

Bacaan I : Yeremia 20:10-13

“Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah.”

20:10 Aku telah mendengar bisikan banyak orang: “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!” Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!” 20:11 Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan! 20:12 Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. 20:13 Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Mazmur 18:2-3a.3bc-4.5-6.7

Ref. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengar suaraku.

Ayat. (Mzm 18:2-3a.3bc-4.5-6.7)

  • Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku.
  • Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat daripada musuhku.
  • Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku; tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.
  • Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan. Kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.

Bacaan Injil : Yohanes 10:31-42

“Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.”

10:31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. 10:32 Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” 10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.” 10:34 Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? 10:35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah? sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan?, 10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? 10:37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, 10:38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” 10:39 Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. 10:40 Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. 10:41 Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.” 10:42 Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

Renungan :

Hari ini kita berjumpa dengan tokoh penting dalam Kitab Suci Perjanjian Lama yaitu nabi Yeremia, Ia  mengalami ancaman untuk dianiaya oleh orang-orang yang ada di dekat mereka.

Yeremia memberi kesaksian dalam bacaan pertama. Ada orang yang berbisik: “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukan dia! Mari kita mengadukan dia!” Para sahabat juga mengintai apakah ia tersandung dan jatuh. Mereka malahan berkata: “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan terhadap dia”.Yeremia dianiaya bukan oleh orang-orang yang jauh darinya tetapi dari setiap orang yang selalu bersama dan mendengar dia. Orang-orang yang relasinya jauh mau mengadukannya. Orang-orang yang selama itu bersahabat justru mengintai apakah ia bisa tersandung dan jatuh.

Pengalaman Yeremia juga menjadi pengalaman banyak orang dari antara kita. Banyak kali kita mengandalkan orang-orang tertentu di sekitar kita dan berpikir bahwa merekalah yang dapat menolong kita dengan tulus padahal bukan demikian. Ada juga yang justru memanfaatkan kebaikan kita untuk tujuan yang tidak baik.Kebaikan dibalas dengan kejahatan. Ada juga yang membantu dengan tulus hati.

Dalam suasana yang sulit bagi Yeremia, apa yang dapat ia lakukan? Ternyata Yeremia tidak putus harapan. Ia selalu mengandalkan Tuhan. Prinsip Yeremia mirip dengan prinsip sang pemazmur: “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengar suaraku”. Tuhan benar-benar menolong pada saat yang tepat. Para musuh Yeremia tersandung jatuh dan tidak punya kuasa apa-apa. Tuhan memang hebat. Ia menguji orang benar dengan melihat batinnya. Hal yang terpenting adalah kepasrahan kepada Tuhan. Orang berserah diri ke dalam tangan Tuhan dan membiarkan Tuhan berkarya di dalam dirinya. Pengalaman Yeremia ini sangat menakjubkan. Ia bertahan dalam cobaan karena ia percaya kepada Tuhan.

Mazmur, Melalui pengalaman berat

Ungkapan pertama pemazmur kepada Allah menyentuh hati kita, “Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan kekuatanku!” (ayat 2). Ini menggambarkan kualitas hubungan tertinggi dalam diri pemazmur dengan Tuhan. Bagaimana proses sampai ia tiba dalam hubungan semesra itu dengan Tuhan?

Jawaban pertanyaan itu ada dalam pengalaman hidup berat yang telah dialami pemazmur, ia telah terbelit oleh bisa yang mematikan (ayat 4-6). Namun Allah mendengar jerit si lemah yang tak berdaya itu (ayat 7). Pengalaman itu membuat pemazmur makin yakin akan kebaikan dan kasih Allah.

Dalam mazmur ini ada dua macam bahasa perlambangan yang dipakai untuk melukiskan sikap dan tindakan Allah yang telah dialami pemazmur. Pertama, Allah dalam bahasa perang: perisai, kubu pertahanan, kota benteng (ayat 3). Sungguh Allah ikut campur menyelamatkan orang yang mempercayakan diri pada Dia dari berbagai ancaman dalam hidup. Kedua, Allah dalam bahasa pengalaman menghadapi kuasa dahsyat alam (Allah gunung batuku, tempat perlindungan, (ayat 3b). Kekuatan alam selain bisa mengungkapkan kekuatan penghancur, juga mengungkapkan kekuatan penyelamatan dan perlindungan. Dalam mazmur ini kekuatan penghancur dalam alam dan peperangan menjadi alat Allah untuk menghancurkan musuh orang beriman.

Pengalaman hidup yang berat menyadarkan pemazmur akan keterbatasannya dan kesempatan untuk bergantung pada Allah. Pengalaman menakjubkan itu melahirkan puji-pujian kepada Tuhan (ayat 2-4). Tuhan bagi pemazmur bukan lagi teori tetapi nyata sebagai bukit batu dan gunung batu yang tak tergoyahkan; kubu pertahanan dan kota benteng, tempat persembunyian dari musuh; perisai, penangkal senjata musuh. Maka ketika Anda mengalami beratnya hidup, cari dan alamilah Tuhan dalam kesempatan berharga itu. Jadikan pengalaman hidup berat menjadi proses pendidikan melalui mana Allah makin nyata bagi Anda. Kasih Anda pun kelak makin mesra pada Dia.

Injil hari ini,

Yesus dalam bacaan injil hari ini membantu kita untuk memahami pengalaman keras dalam hidup. Ia berusaha menjelaskan identitasNya kepada orang-orang Yahudi melalui pekerjaan-pekerjaan Bapa yakni mukjizat melalui perkataan atau firmanNya, namun mereka juga belum percaya. Mereka justru mau melempariNya dengan batu. Mengapa orang-orang Yahudi mau melempariNya dengan batu? Karena mereka beranggapan bahwa Ia telah menghujat Allah. Bagi mereka, Yesus menghujat Allah dengan cara menyamakan diriNya dengan Allah padahal Dia hanya seorang manusia biasa.

Selanjutnya, Yesus meminta mereka untuk percaya kepadaNya karena Ia juga melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa. Namun apabila mereka juga tidak percaya kepada Yesus, maka sekurang-kurangnya mereka percaya kepada pekerjaan-pekerjaan yang sudah Ia lakukan. Dengan percaya pada pekerjaan-pekerjaan itu, dengan sendirinya mereka akan percaya kepadaNya karena Bapa ada di dalam Dia dan Dia juga ada di dalam Bapa. Pada waktu itu orang mau menangkap Dia tetap Ia menghilang ke seberang sungai Yordan. Di sana Ia mengajar dan banyak orang juga percaya kepadaNya.

Tuduhan bagi Yesus adalah Ia menghujat Allah. Apakah benar demikian tuduhan mereka? Yesus sendiri adalah Putera Allah tetapi orang-orang sezamanNya tidak mengenal Dia. Dia berada di pihak yang benar sebagai Putera Allah tetapi orang-orang yang tidak mengenalNya mengatakan bahwa Ia menghujat Allah. Konsekuensi menghujat Allah adalah dimatikan dengan cara melempariNya dengan batu hingga tewas. Apakah benar Yesus menghujat Allah? Tidak benar! Yesus adalah Putera Allah dan Dia berkomunikasi dengan Bapa sebagai Putera. Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah satu kesatuan. Ini yang belum dipahami oleh banyak orang, bahkan hingga saat ini.

Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita untuk selalu mengandalkan Tuhan manakala kita mengalami penderitaan dan kemalangan. Yeremia percaya bahwa Tuhan menyertainya dan Ia akan luput dari para musuh. Harapan Yeremia dapatlah menjadi harapan Gereja saat ini  untuk berkembang. Apa pun tantangannya, jangan pernah mundur. Tidak ada sesuatu apa pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Yeremia dan Yesus sama-sama menginspirasikan kita untuk maju dengan berani karena Tuhan menyertai kita.

Doa: Tuhan, semoga pada hari ini kami dapat bertahan di dalam penderitaan dan kemalangan, dan dijauhkan dari mara bahaya. (Lucas Margono)

Yoh 10:31-42 Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.
Yoh 10:31-42 Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.

Bacaan dan Renungan Kamis 02 April 2020| Masa Prapaskah V

Kalender Liturgi, Kamis 02 April 2020

Bacaan I : Kejadian 17:3-9

“Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.”

17:3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: 17:4 “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 17:5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 17:6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. 17:7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. 17:8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.” 17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Mazmur 105:4-5.6-7.8-9; R: 8a

Ref. Selama-lamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya

  • Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.
  • Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya. Dialah Tuhan, Allah kita, di seluruh bumi berlaku ketetapan-Nya.
  • Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

Ayat. Janganlah keraskan hatimu, tetapi dengarkan suara Tuhan.

Bacaan Injil : Yohanes 8:51-59

“Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”

8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” 8:52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. 8:53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?” 8:54 Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, 8:55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. 8:56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.” 8:57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” 8:58 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” 8:59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Renungan :

Tuhan setia selamanya!

Kesetiaan adalah sebuah kebajikan yang luhur dan  merupakan perjuangan bagi setiap orang. Kesetiaan yang paling sempurna hanya ada pada Tuhan. Ia setia selamanya atau kekal abadi kasih setiaNya.

Kisah Kej 17:3-9 membuka pikiran kita untuk mengerti bahwa hidup itu sebuah anugerah Allah. Hal ini menjadi sebuah pengalaman bagi Abraham dan keturunannya bahwa Tuhan mendampingi dan melindungi mereka. Mereka terikat perjanjian dengan Tuhan terutama pada tiga hal ini: Mereka menjadi satu bangsa, mereka diberikan tanah untuk didiami sebagai satu bangsa dan janji Tuhan bagi mereka bahwa Ia tetap bersama mereka selamanya. Relasi yang mendalam antara Abraham dan Tuhan harus berlangsung selama-lamanya dan diturunkan pada setiap generasi baru dari Abraham. Dengan demikian kesetiaan Allah kepada Abraham dan keturunannya tidak dapat disangkal. Tuhan membuat umatnya bertumbuh dan berkembang. Tempat atau tanah yang dihuni oleh keturunan Abraham nantinya akan menerima kehadiran Kristus yang menunjukkan kesetiaanNya dalam penebusanNya yang berlimpah.

Kesadaran sebagai anak-anak Abraham dipegang teguh oleh keturunannya. Semua ketetapan Tuhan dipegang teguh dan terus berbangga karena memiliki Bapa setenar Abraham. Mereka juga bangga karena bukan keturunan hamba. Namun semuanya berubah ketika berhadapan langsung dengan Yesus sang Putera Allah. Ketika Yesus mengingatkan mereka untuk menuruti SabdaNya supaya mereka tidak mati melainkan beroleh hidup kekal, mereka sepakat mengatakan bahwa Yesus kerasukan setan dan mau membunuhnya. Yesus terus menyatakan identitasNya kepada mereka kataNya: “Jikalau Aku memuliakan diriKu sendiri makan kemuliaanKu itu sedikit pun tidak ada artinya! Bapakulah yang memuliakan Aku!” Lebih tegas lagi Yesus berkata bahwa Ia mengenal Bapa dan menuruti firmanNya. Abraham dan para nabi juga mengenalNya, menuruti firmanNya tetapi mereka sudah mati. Orang-orang Yahudi yang mendengar Yesus pun mengakui bahwa Allah adalah Bapa bagi mereka tetapi mereka sendiri tidak mengenal Yesus sebagai Putera. Maka Yesus berkata: “Sesungguhnya, sebelum Abraham jadi, Aku ada!”

Abraham diangkat Allah menjadi bapa bangsa-bangsa. Semua bangsa diikat Allah dengan perjanjian suci. Allah akan selalu memberkati bangsa-bangsa. Sebaliknya, segala bangsa hendaknya taat dan setia melaksanakan perintah Allah. Hubungan timbal balik ini menghadirkan karya keselamatan bagi seluruh keturunan Abraham. Konsekuensinya, seluruh keturunannya mesti hidup seperti teladan Abraham.

Mazmur, Sumber pujian.

Seringkali manusia kehabisan akal dan semangat memuji Tuhan. Yang ada justru menggerutu dan menggugat Tuhan, karena sulit menerima keadaan yang dialaminya, yang tidak sesuai dengan harapan. Sebenarnya tak ada alasan bagi umat Tuhan untuk tidak memuji Dia. Betapa tidak, perbuatan agung dan ajaib Allah di masa lampau telah membangunkan kesadaran umat manusia, bahwa Dialah Tuhan sejati. Selain itu pengalaman beriman yang ditampilkan oleh para pendahulu kita dalam arak-arakan orang beriman, merupakan rambu-rambu dan bukti kasih setia Tuhan. Karena itu seluruh karya keagungan-Nya merupakan sumber pujian utama umat manusia.

Umat yang memuji. Bersumber pada karya keagungan Allah maka layaklah bila pujian yang kita naikkan adalah pujian dalam pengertian dan kesadaran penuh. Bukan dalam kemabukan emosi yang bersumber pada kenikmatan syaraf dan indra tubuh kita sendiri. Iman yang mengerti bahwa Allah akbar, perbuatan-Nya ajaib, sifat-Nya kudus dan setia, penghukuman-Nya pasti, perjanjian-Nya kekal, mengalirkan pujian rohani yang benar.

Renungkan: Kesukaan dan kegembiraan dalam pujian itu pasti ada, tetapi sumbernya, suasananya dan tujuannya harus diarahkan pada Allah, Sang Sumber Pujian.

Injil hari ini, Yesus ada sebelum Abraham.

Perdebatan makin seru antara Tuhan Yesus dan orang-orang Yahudi. Mereka merendahkan Yesus dengan mengatakan bahwa Tuhan Yesus “kerasukan setan.” Sikap mereka ini merupakan respons terhadap ucapan Tuhan Yesus yang tidak dapat mereka terima. Sebaliknya mereka menunjukkan sikap bermusuhan karena dituduh sebagai anak-anak Iblis (44). Yesus menegaskan bahwa sebelum Abraham ada, Dia sudah ada. Pernyataan ini membuktikan bahwa Yesus tidak gentar sama sekali menghadapi mereka. “Aku adalah Aku” (Kel. 3:14). “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah (Why. 1:8). Yesus adalah Allah yang ada karena diri-Nya sendiri yang kekal.

Keagungan Yesus. Dengan kewibawaan Ilahi, Yesus terus memberikan jawaban dan penjelesan-penjelasan jitu tentang diri-Nya. Tidak jarang jawaban-jawaban tersebut menusuk sampai ke jantung hati orang-orang Yahudi. Jawaban-jawaban Yesus ini, kiranya dapat menambah keyakinan kita terhadap diri Yesus. Walau dunia menolak, Kristen justru harus memancarkan terang firman dan kuasa-Nya.

Kehadiran Yesus di depan khalayak umum sering menimbulkan pertentangan. Banyak pernyataan Yesus yang mencengangkan banyak orang. Bila hati terbuka dan percaya kepada firman-Nya, niscaya orang itu akan selamat. Sedangkan bila menutup diri dan menolak firman-Nya, orang itu akan mengalami maut. Artinya, keselamatan itu tergantung dari bagaimana orang menanggapi tawaran keselamatan Tuhan.

Renungkan: Bagaimana wujud nyata kasih Anda kepada-Nya di tengah dunia yang menolak-Nya dan menolak Anda?

Doa: Ya, Tuhan Yesus, Allah yang kekal, mampukan kami untuk makin mengasihi-Mu, walau masih banyak orang tetap menolak-Mu. (Lucas Margono)

02-April 2020

Bacaan dan Renungan Rabu 01 April 2020| Masa Prapaskah V

Kalender Liturgi Rabu, 01 Apr 2020, Masa  Prapaskah V

Bacaan I : Dan 3:14-20,24-25,28

“Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya.”

3:14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: “Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu? 3:15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?” 3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. 3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; 3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” 3:19 Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa. 3:20 Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu. 3:24 Ketiga orang itu berjalan-jalan di tengah nyala api seraya bernyanyi kepada Allah serta memuji Tuhan. 3:25 Maka Azarya berdiri dan berdoa sebagai berikut. Ia membuka mulutnya di tengah-tengah api itu, katanya: 3:28 Keputusan-keputusan benar telah Kaujalankan dalam segala sesuatunya yang Kaudatangkan atas diri kami dan atas kota suci nenek moyang kami, yaitu Yerusalem. Sungguh, sesuai dengan keadilan dan kebenaran telah Kaudatangkan semuanya itu oleh sebab segala dosa kami!

Kidung Tanggapan, Dan 3:52.53.54.55.56

P. Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami.
U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
P. Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus.
U Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
P. Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus.
U Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
I. Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu.
U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
P. Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya.
U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
P. Terpujilah Engkau di bentangan langit.
U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan menghasilkan buah dalam ketekunan.

Bacaan Injil : Yohanes 8:31-42

“Apabila Anak memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”

8:31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” 8:33 Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” 8:34 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 8:35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. 8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” 8:37 “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. 8:38 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.” 8:39 Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. 8:40 Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. 8:41 Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.” 8:42 Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Renungan:

Pilihan yang penuh risiko.

Dua bacaan yang hari kita dengar dari bacaan liturgi kita sama-sama mengatakan tentang kemerdekaan. Di bacaan pertama dari Kitab Daniel kita mendengar kisah yang menarik tentang tiga pemuda dalam tanur api. Mereka adalah Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Raja Nebukhadnezar memaksa mereka untuk menyembah berhala yaitu menyembah patung emas buatannya. Kalau mereka tidak menyembah berhala maka mereka patut dimasukan dalam dapur api yang menyalah.

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego diberi kesempatan untuk memilih. Menaati perintah raja Nebukadnezar yang berarti mendapat pengampunan, atau taat kepada Allah yang disembahnya, dengan menanggung segala risiko. Itulah pilihan bersyarat yang harus mereka pilih, untuk mengubah sikap dan pendirian mereka. Tentu, di dalamnya terkandung maksud agar mereka mengubah ketaatannya kepada Allah yang hidup, dan memuja allah yang bisu alias mati. Bila kesempatan dalam situasi terjepit ini mereka tolak, maka kobaran nyala api yang dahsyat menanti mereka.

Ketiga pemuda ini menolak suruhan raja. Mereka percaya bahwa Allah yang mereka imani akan membebaskan mereka dari siksaan api. Ketiga pemuda itu akhirnya di masukan di dalam dapur api yang menyala-nyala dengan harapan pasti bahwa Tuhan akan membebaskan mereka melalu malaikatNya. Pada akhirnya Nebukhadnezar memuji Allahnya ketiga orang muda itu setelah melihat dalam dapur api bukan lagi tiga orang melainkan empat orang yang berjalan bebas. Ia berkata: “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Ia telah mengutus malaikatNya untuk melepaskan hamba-hambanNya, yang telah menaruh percaya kepadaNya tetapi melanggar titah raja, yang menyerahkan tubuh mereka karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka.”

Teladan iman yang terpuji. Prasyarat yang diperhadapkan tidak mampu mengubah keyakinan Sadrakh dkk. Suatu sikap iman yang terpuji. Amarah sang raja, tidak menggetarkan komitmen untuk tetap setia menyembah Allah yang hidup. Komitmen itu sama sekali tidak dikaitkan dengan kepentingan dan keselamatan diri, yang sifatnya sementara, melainkan didasarkan pada kehendak dan kemuliaan Allah (16-18). Sikap iman inilah yang membuat raja Nebukadnezar mengakui kemuliaan Allah.

Allah kita luar biasa. Ia mengutus malaikatNya untuk membebaskan ketiga pemuda yang menderita di tangan raja yang lalim yakni Nebukhadnezar. Kemerdekaan adalah anugerah istimewa dari Yahweh kepada mereka. Kemerdekaan sebagai anugerah bukan milik pribadi setiap orang. Kemerdekaan berasal dari iman. Iman kepada Yahwe membuat orang menjadi lebih berani. Orang berani untuk menghadapi kesulitan-kesulitan hidup bahkan kematian sekali pun. Keberanian yang tidak bersifat mencobai Tuhan Allah. Kemerdekaan orang beriman juga menjadi kesaksian yang bagus bahkan bagi orang-orang yang tidak percaya. Kemerdekaan lalu menjadi sebuah komitmen untuk kemuliaan Allah.

Renungkan: Kini kita hidup dalam zaman yang tidak kurang bahayanya. Banyak situasi yang intinya menggoda atau memaksa kita untuk menyembah ilah. Ingatlah bahwa yang mengalahkan maut dan yang dapat membinasakan nyawa adalah Kristus.

Injil hari ini, Kita dimerdekakan Yesus.

Yesus dalam Injil Yohanes mengatakan kata-kata yang keras kepada orang-orang Yahudi, teristimewa orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya: “Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, maka kamu benar-benar muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran akan memerdekakan kamu” Kata-kata Yesus ini mendorong komunitas gereja perdana untuk mengimani Yesus yang memerdekakan dari dosa. Di samping itu mereka akan mengalami banyak kesulitan dalam usaha untuk menjadi murid Kristus yang sejati.

Orang-orang Yahudi pada saat itu kelihatan memiliki kesombongan tertentu. Dengan hanya mendengar kata-kata Yesus tentang kebenaran yang memerdekakan, orang Yahudi itu langsung mengatakan bahwa mereka adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Padahal yang Yesus maksudkan dengan kebenaran yang memerdekakan adalah mereka merdeka dari dosa dan salah. Yesus berkata: “Sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Hamba tidak tetap tinggal di dalam rumah, anaklah yang tinggal di dalam rumah. Kalau anak memerdekakan kamu maka kamu sungguh menjadi orang  merdeka”. Meskipun Yesus menjelaskan lebih sederhana identitasNya tetapi mereka tetap tidak mengerti dan percaya. Hati mereka tetap tertutup dan hanya berbangga bahwa Abraham adalah Bapa mereka. Padahal Abraham juga percaya kepada Allah maka konsekuensinya mereka juga harus percaya pada Allah di dalam diri Yesus Kristus.

Yesus sedang berbicara kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya. Lihatlah bahwa mulut boleh mengakui, belum tentu sikap dan perbuatan mengikuti perkataan yang keluar dari mulut. Mereka adalah orang Yahudi yang percaya kepadaNya tetapi seolah-olah Yesus tidak berarti bagi mereka. Ini adalah tantangan tersendiri bagi kita. Apa sajakah tantangan-tentangan itu?

Pertama, kita sudah dibaptis maka hidup kita hendaknya sungguh-sungguh mengikuti Kristus. Dengan mengakui diri sebagai pengikut Kristus maka sikap hidup hendaknya menyerupai Kristus. Misalnya, Apakah anda bisa mengampuni musuh dan berdoa bagi mereka yang menganiayamu?

Kedua, Orang-orang Yahudi memiliki kesombongan rohani bahwa mereka memiliki Abraham sebagai Bapa. Banyak orang katolik juga memiliki kesombongan rohani, bahkan ada yang lebih dari itu. Misalnya, ketika mereka masuk dalam suatu persekutuan doa, mereka baru mulai belajar doa dan meditasi misalnya, sudah ada perasaan lebih dari orang lain. Ada juga yang merasa diri lebih kaya atau pintar padahal di hadapan Tuhan kita semua sama.

Kata-kata Yesus yang menguhkan kita semua pada hari ini dari Injil adalah: “Jikalau Allah adalah Bapamu , kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Aku datang bukan karena kehendakKu sendiri tetapi kehendak Dia yang mengutus Aku”. Hanya Yesus saja yang memerdekakan kita dari dosa. Mari kita berusaha untuk semakin mencintai Yesus dengan pertobatan kita. Bertobatlah, baharuilah hatimu. Sabda Tuhan juga mengingatkan kita untuk setia kepada Allah. Dialah yang melindungi dan memerdekakan kita dalam Yesus sang Kebenaran sejati.

Doa: Tuhan Yesus Kristus, terima kasih karena Engkau mengingatkan kami pada hari ini untuk mencintai Engkau sebagai Utusan Bapa yang memerdekakan kami dari perbudakan Dosa.

01-April 2020